Me and You Are

Me and You Are
My Life

Selasa, 27 September 2011

New L*ve?

Apa yang sudah kita lepaskan belum tentu bisa kita dapatkan kembali.
Karna suatu alasan lain, aku memilih berhenti memberi harapan pada orang lain.
Aku memilih menjauhkan dia dari hidupku, bukan semata karena keegoisanku, namun juga untuk pertemanan kita.
Aku begitu merasa bersalah setelah melakukannya, ia begitu nampak tersakiti.
Dia menuliskan perasaannya dan memberikannya padaku, bahkan temanku pun merasa terharu membacanya.
Namun, entah, aku sama sekali tak merasakan apapun, aku hanya semakin merasa bersalah.
Satu-satunya pertanyaan terbesarku adalah: "Apakah akan ada lagi orang yang mencintai aku seperti dia?"
Aku ragu menjawabnya.
Namun yang namanya perasaan tak akan pernah bisa di paksa.
Kalau cinta tak ada, kenapa harus memaksa memiliki?

Di lain sisi, aku mulai menyukai seseorang.
Tapi rasa ragu ku lebih besar akan perasaanku.
Maka dari itu aku masih bisa menahannya sebelum jauh jatuh ke dalam.
Aku tak mau lagi dan lagi merasakan sakitnya, sudah cukup sekali saja.

Begitu banyak pertanyaan di benakku.
Sampai sehari kemarin hariku di buatnya gelap.
Galau dan bimbang sampai hariku berjalan sesat.
Rasa apa ini?
Benar-benar menyebalkan.
Jika Tuhan menghendaki, semua pasti terjadi.
Aku berusaha untuk berpasrah diri "Jadilah padaku seperi kehendakMu".
Namun terkadang aku masih mendikte Tuhan atas kemauanku.
Tidak seharusnya aku terlalu memikirkan hal ini.
Rasa takut dan raguku masih sanggup membendung rasa suka ku, sebelum aku tahu dia benar-benar serius ingin bersamaku.

Aku melepaskan orang yang benar-benar menyukaiku.
Aku melukai perasaannya.
Tapi aku (waktu itu) lebih memilih seorang yang lain, yang 'baru', dan belum aku tahu apa-apa.
Ini kah ego ku?
Namun jawaban terakhir, rupanya semua sia-sia.

New L*ve?
Sepertinya masih jauh, mungkin aku masih perlu menunggu lebih lama lagi....

Tidak ada komentar: