Akhir-akhir ini, aku sangat menikmati hidupku.
Paling tidak dalam waktu seminggu ini, tak terpikir olehku untuk ingin pacaran.
Ya, inilah aku.
Kadang aku bisa sangat menginginkan sesuatu, namun keesokan harinya aku mulai bosan.
Aku mulai mencintai kehidupanku, terhitung sejak lulus SMA.
Aku merasa sangat bebas dan lepas.
Bukan karena waktu SMA aku terpenjara karena larangan dan aturan.
Tapi jiwaku yang memenjarakan aku.
Aku tak bisa lepas mengekspresikan diriku.
Aku terpenjara dalam perasaan minder, membatasi diri, dan kesombongan.
Waktu itu yang dapat aku sombongkan hanya otakku, soal fisik dan gaya, aku tertinggal jauh.
Terlebih tentang pergaulan dan persahabatan, aku tak bisa mendapatkan hal yang benar-benar hidup.
Setelah UNAS berakhir, aku mulai merasakan yang namanya perjuangan hidup dan masa depan.
Ya aku tahu, ini belum apa-apa dan bukan tujuan akhir.
Tapi aku berpikir ini adalah pintu menuju awal dunia yang sebenarnya,
Rasa syukur berlipat ganda ketika aku menyerahkan jalan hidupku padaNya.
SNMPTN pun berjalan lancar dan terpenuhi layaknya berkat di hari hujan.
Aku memasuki masa PKPT, KBM, kuliahku sampai saat ini.
Dan aku merasa luar biasa.
Aku mendapatkan diriku bisa berekspresi lebih banyak lagi daripada ketika aku masih SMA.
Aku lebih percaya diri dan memberanikan diri untuk mengenal lebih banyak orang.
Ketika aku merubah diriku secara fisik, aku merasa sangat percaya diri.
Aku berani tampil di depan dengan tersenyum dan anggun.
Dari sinilah aku menemukan dunia baru.
Aku mengenal banyak orang dan merasa bahwa dunia ini begitu sempit.
Beberapa lelaki datang mendekat dan pergi.
Bagaimanapun aku berhak memilih, bukan karena aku sombong.
Tapi aku belajar dari masa lalu.
"Ketika kau menyerahkan hatimu dengan mudahnya, saat itulah dengan mudahnya pula hatimu akan disakiti."
Aku banyak melepaskan impian dan keinginanku.
Hal yang paling aku impikan adalah mengikuti suatu komunitas dance hiphop.
Aku suka menari, nge-dance lebih tepatnya.
Impian ku bisa menari di atas stage dengan emosi dan energi yang luar biasa.
Merasa keren dan membuat orang lain terpesona.
Aku ingin melakukannya.
Tapi aku tak pernah bisa mewujudkannya.
Lihat!
Aku sendiri tak bisa mewujudkan keinginanku sendiri.
Aku membiarkannya menguap dan habis terkikis.
Aku hanya bisa melihat tarian-tarian hebat dari videoklip-videoklip menakjubkan dan menirunya.
Aku ingin mewujudkannya, tapi aku tak punya kesempatan.
Aku berhenti di tempat dan tak berusaha untuk mewujudkannya.
Aku suka tampil di depan.
Walaupun jantungku berdetak tak karuan karena nervous.
Aku suka menari di depan orang banyak.
Walaupun tubuhku mulai kaku tak selincah dulu.
Aku ingin membuat orang lain tahu bahwa aku bisa.
Aku mencintai hidupku,
ketika aku bertemu dengan banyak orang dan mendengar cerita mereka.
Aku belajar bersyukur walaupun mungkin aku mendengar cerita dari mereka orang-orang yang hidupnya lebih 'sempurna' dan 'bahagia' daripada hidupku.
Aku juga belajar bersyukur ketika aku mendengar cerita mereka yang lebih tegar dalam menjalani hidup.
Dan tentunya bersyukur dapat bertemu mereka dan semua yang boleh aku miliki...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar