2 itu genap
2 itu berpasangan
2 itu tidak sendiri
2 itu tidak menjadi yang pertama
2 itu setelah yang utama
2 itu mengandung banyak arti..
Entah sejak kapan, aku mulai menyukai angka 2..
Seakan-akan angka 2 telah menjadi gambaran hidupku..
Aku anak ke 2 dari 2 bersaudara..
Aku juara 2 olympiade..
Aku punya sepasang mata, tangan, kaki, dan telinga..
Berdua lebih baik daripada sendiri..
Tapi menjadi yang kedua atau di duakan bener-bener gag enak..
Aku tidak sedang membicarakan soal cinta..
Tapi tentang persahabatan..
Sejak SD atau kapan pun itu..
Aku hampir tidak pernah mendapatkan seorang sahabat yang bener-bener buat aku..
Dalam waktu gag lama ini, aku pernah merasa udah punya sahabat yang ngerti aku n ada bareng aku..
Tapi aku gag tau dia nganggep aku apa bagi dia..
Entah cuma sahabat biasa, teman, atau teman biasa..
Aku nggak pernah diperlakukan sebagai seorang yang berharga bagi seseorang..
Ya ya ya..
Kecuali bagi Orang Tua ku..
Berteman..
Berteman itu buat aku, aku bisa di tinggal kapan aja n dimana aja ma mereka..
-Mereka jalan bareng aku karena akan menuju ke tempat yang sama, tapi di tengah jalan teman meninggalkan aku, karena teman itu bertemu sekelompok teman-teman yang lebih dia sayangi. Kemudian dia meninggalkan aku-
Berteman..
Berteman itu buat aku, datang kapanpun dan dalam keadaan apapun waktu mereka membutuhkan aku..
-Ngerjain tugas yang ga bisa.. Ulangan ga ada yang nyontekin.. Nyontek PR.. baru deh dateng ke aq..
Hello?? Aku bukan TOSERBA yang kalian dateng cuma pas kalian butuh ke aku-
Lalu, soal Persahabatan?
Sejauh ini aku masih menemukan 1 orang yang mungkin bisa aku anggap sahabat..
Tapi perasaan ku mengatakan sahabatnya yang lain lebih dia sayangi..
Yaa..
Aku tahu aku bukan orang yang bisa nyenengin orang lain n berkorban untuk orang lain..
Dan aku mungkin lebih banyak nyusahain dia dengan cerita-cerita ku yang membosankan..
Aku bisa lihat dari raut wajahnya..
Semoga aku salah..
Angka 2 juga bukan sepenuhnya dan selalu baik..
Di nomor 2 kan juga ga enak..
dan kadang, menjadi yang ke dua juga diremehkan orang..
Akhirnya.
Ga ada jalan lain selain MENSYUKURI segala yang aku punya..
Ga peduli cuma 1 atau 10..
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 bahkan sampai 1000 aku mensyukuri semuanya..
Karena berkatNYA gag terhitung jumlahnya.. :)
Me and You Are
My Life
Senin, 18 Oktober 2010
Senin, 11 Oktober 2010
My life and You... Yes, you are...
Dalam hidup, aku yakin ada masa dimana seseorang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Entah perasaan cinta itu terbalas, tak tersampaikan, atau terjawab dengan indahnya. Mungkin hanya orang yang beruntung saja yang bisa mendapatkan cintanya yang pertama. Pertama jatuh cinta, pertama suka, dan pertama mencintai ...
Walaupun pernah beberapa kali jatuh cinta, namun ada sekali waktu ketika aku jatuh cinta. Dimana pada saat itu aku masih amat takut untuk berharap. Dimana perasaanku belum terlukiskan sebagaimana jelasnya. Aku tak mengartikannya sejauh apa perasaan itu, aku hanya ingin menjalani apa yang terbentang di depanku. Ternyata, sejauh apa aku takut berharap, sejauh itu pulalah hadiah yang disediakan Tuhan untukku. Setelah penantian panjang, berharap, dan berdoa, akhirnya ada secercah cahaya yang entah datangnya darimana. Dia begitu tak terduga, membahagiakan, dan menerangi aku kala itu.
Hidupku pun mulai berubah. Di titik awal menuju masa dewasaku, akhirnya doaku terjawab dan pintu kesempatan itu pun terbuka untukku. Aku tak punya kunci untuk membukanya – atau aku yang tak menyadari bahwa ternyata aku mempunyai kunci itu – namun Tuhan mulai memberiku kesempatan untuk menjajalnya. Tanpa pikir panjang – karena aku diliputi rasa bahagia – aku melangkahkan kakiku menuju ke dalamnya. Semakin dalam, semakin ku ingin berjalan lebih jauh lagi. Menyelami apa yang ada disana ... Sebuah mimpi yang ku kira menjadi kenyataan ... Menggapai cinta yang sesungguhnya.
Awal hari yang ku lalui di sebuah pintu yang ku pandang sangat indah mengesankan. Aku pun berpikir, betapa bahagianya berada di sini, di tempat yang aku inginkan... Bersama orang yang ku kasihi. Awalnya yang tersipu malu, tersenyum manis, dan berkata-kata halus. Kelopak-kelopak cintapun mulai bermekaran dengan sendirinya seakan-akan tanpa kesulitan yang berarti dapat menghancurkan kami. Karena semua berjalan dengan indahnya, sampai tak terasa pula ada duri di dalam buaian.
Belum lama aku masuk dalam pintu itu, namun telah ku mulai sebuah kisah baru. Sebuah kisah yang akan ku kenang seumur hidupku, kisah yang tak bisa di lewati oleh semua orang. Hanya aku dan dia.
Belum lama juga ku lewati hari demi hariku dengan tersenyum bahagia bersama dirinya, namun duri dalam buaian mulai menyeruak menusuk lapisan terluar dalam hatiku. Sebuah titik hitam yang tak ku ketahui sebelumnya, yang membuatku berjingkat sontak terkejut. Apa ini? Mengapa dia sembunyikan setitik hitam dari semula? Mengapa harus kau torehkan noda di ujung kertas putih yang baru saja akan kita tuliskan cerita kita?
Namun hatiku pun berkata lain. Aku memilih untuk menghapusnya dari hatiku, memaafkannya, dan berjanji akan membuang masa lalunya. Sungguh dia tak tahu, awal dari permulaan kami bersama, hatiku telah dia hiasi dengan setitik noda yang sungguh tak pernah bisa hilang dari hatiku. Sampai saat ini ...
Di mulailah semusim semi. Dimana bunga bermekaran, burung berkicauan, dan alam pun bernyayi riang. Seakan tak akan datang masa kesulitan, kamipun berdansa dalam keserasian dengan mudahnya, tanpa tersandung dan tanpa bercela. Semuanya terasa mudah dan indah. Sungguh, ku mengingatnya sebagai sebuah cerita baru dalam kisah hidupku. Setiap mentari terbit dan tenggelam, aku selalu berkata pada Tuhanku. Aku selalu mengatakan bahwa matahari yang Dia berikan padaku betapa indahnya, betapa cemerlangnya ia yang tak pernah lelah membangunkanku di pagi hari dan menidurkanku hingga ku terlelap di malam hari. Sunguh matahariku yang sempurna dan abadi.
Waktupun berjalan dengan pasti. Begitu ku menikmati semua yang telah kami lalui. Kemudian datanglah musim yang panas dan kering. Musim yang menjengkelkan dan tumbuh sedikit kekecewaan. Mulailah nampak berbagai rumput liar dan tumbuhan ilalang. Munculah berbagai gejolak yang tumbuh, sama seperti sang rumput ilalang, begitu menggelitik, menggangu, dan tak enak dilihat. Ku coba tuk mencabutnya dengan hati-hati, agar aku tak melukai sang kebun yang selalu ku jaga, karena ku sangat menyayangi kebun cinta itu. Aku selalu berhati-hati menjaganya, agar tak mudah ia rusak dan hancur. Begitupun dengan dia, setahuku mataharikupun selalu membantuku menjaga kebun itu. Tak habis-habisnya kesabaarnnya tuk memberikanku senyum termanisnya, untuk memberiku kekuatan dan alasan betapa ku mencintainya. Kami pun selalu menjaga semua yang kami punya.
Namun tak lagi mudah kami mendapat dan memberikan cinta yang kami butuhkan. Terkadang sang matahari pun malas menampakkan sinarnya kepadaku dan kami pun saling menyalahkan. Tak ada lagi senyuman dan kesabarannya sampai kemudian menyerah pada titik ini. Kami tak menyadari bahwa cinta tak selamanya mudah, bahwa cinta memerlukan kerja keras di bawah sinar terik mentari. Akhirnya kami pun menyadari bahwa kami memerlukan pengertian dan memenuhi kebutuhan yang kami perlukan satu sama lain. Matahari memerlukan aku untuk ia hangatkan, dan aku membutuhkan matahari untuk menerangi perjalanan cintaku yang entah dimana ujungnya.
Setelah bekerja keras menjaga dan merawat kebun selama musim panas, akhirnya tiba juga musim gugur. Kami pun mendapatkan hasil kerja keras kami. Musim gugur pun tiba dan inilah masa keemasan, kaya, dan memuaskan. Tak ada yang sebanding dengan memiliki cinta yang lebih dewasa, yang mampu menerima dan memahami ketidaksempurnaannya. Kembali lagi ku mengucap syukur dan berbagi kasih sayang. Matahari kembali bersinar dengan kelembutannya, kami saling mencintai dengan kapasitas yang lebih besar dari sebelumnya, karena kami telah memahami apa yang menjadi kekurangan masing-masing.
Lalu cuaca pun berubah lagi, musim dingin pun tibalah. Selama berbulan-bulan yang dingin dan tidak subur, alampun menarik diri. Saatnya kebun, matahari, dan aku untuk beristirahat, berrefleksi, dan memperbaharui. Ini adalah waktu untuk berpikir dan memutar waktu kembali untuk melihat ke dalam diri sendiri untuk menemukan cinta dan pemuasan. Inilah masa penyembuhan.
Setelah musim dingin berlalu, siklus alam pun kembali berjalan dengan semestinya. Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, datanglah musim semi untuk kedua kalinya. Untuk kedua kalinya pula, kami di anugrahi perasaan cinta, harapan, dan begitu banyak kemungkinan. Namun saat ini kami mampu membuka hati dan merasakan indahnya musim cinta.
Selama berlangsungnya musim cinta, begitu banyak hal, kejadian, perkara, sampai perasaan yang terjadi. Tak sedikit pula rona merah kebahagian semburat mewarnai hari-hariku, birunya langit penuh cinta, paitnya warna hitam sehitam luka baru yang kadang ia torehkan untukku. Terkadang ia membuatku menangis tersedu-sedu karena beban beratku, karena ketakutanku kehilangan dia, karena kekhawatiranku, karena kekecewaanku, dan karena ku terharu akan dia yang terlalu polos, jujur, dam ceria. Betapa aku mencintainya walaupun seberapa seringnya ia melukai aku.
Sayangnya, aku tak bisa mengulang musim cinta untuk ke tiga kalinya, karena matahariku telah tenggelam rasa cintanya. Entah kemana rasa cinta yang dia terbitkan untuk ku dulu. Entah kemana matahariku tenggelam dan tak pernah kembali. Mengingat aku rela melepaskan kepergiaannya dulu, karena aku ingat janjinya padaku bahwa pada saatnya nanti bila ia bisa, ia akan datang lagi padaku untuk memberi seberkah cahaya baru untukku. Aku menangis ketika dia meninggalkan aku. Sakitnya hatiku yang tak tergambarkan, perihnya luka hati yang tersayat, dan hancurnya kepingan hatiku sudah tak ia pedulikan lagi. Saat itu yang ia pikirkan hanyalah kebebasan, ia bosan berada hanya untuk ku, ia bosan menjaga cinta ini hanya untuk aku dan dia.
Saat ini yang tersisa hanya kenangan-kenangan indah bersamanya. Kenangan yang takkan pernah ku lalui lagi. Pintu itu sudah tertutup, kebun itu sudah layu, dan matahariku telah tenggelam. Ia takkan pernah mucul lagi. Janjinya waktu itu hanya sebongkah titik hitam lainnya yang ia hadiahkan untukku. Aku tak bisa berharap lebih jauh lagi,karena dulu di saat aku takut berharap ia malah datang memberiku hadiah yang tak terduga untukku. Namun sekarang, apakah dengan berharap aku bisa mendapatkan hadiah itu kembali? Aku rasa tidak, sudah tertutup bagiku pintu itu. Ia takkan pernah kembali, jauh di telan waktu.
Sekarang tinggal aku dan masa laluku, aku dengan kepingan-kepingan hatiku, aku dengan kertas yang lusuh, dan aku yang menantikan matahari lain yang mampu mengembalikan sinarku, yang mampu memulihkan aku, dan yang mampu merekatkan kembali kepingan-kepingan hatiku. Mengingatmu matahariku, begitu menyakitkanku. Memberikan hatiku dengan mudahnya, merupakan pengalaman terburuk yang membuatku terluka dan dicampakkan begitu saja.
Terima kasih untuk semuanya, terima kasih atas semua cinta yang pernah engkau berikan untukku, terima kasih karena engkau pernah mengisi sebagian ruang di hatimu untukku.
Terima kasih atas cinta yang pertama, terima kasih atas semua kebaikkan dan waktu yang pernah kita lalui bersama. Semuanya berharga bagiku, karena kamulah yang pertama.
Yang perlu kamu tahu, bahwa aku tak semudah kamu membuang begitu saja kenangan kita, membuang janji-janjimu, dan melupakan apa yang belum kamu kembalikan.
Yang jelas sekarang aku menyesal dan kecewa. Aku menyesal telah memberikan hatiku untukmu. Aku menyesal menghabiskan waktu 1,5 tahun bersamamu.
Tapi mungkin menyesal dalam artian, aku menyesal karena tak bisa mengulang waktu bersamamu lagi...
Sabtu, 02 Oktober 2010
Mars and Venus (Copas)
Ini tentang sebuah buku yang berjudul "Girl are from Mars, Boy are from Venus"
Buku ini merupakan buku yang mendalami sifat2 berbeda antara cowok dan cewek.
Karya John Gray ini banyak membantu pasangan2 untuk memahami pasangannya, baik remaja maupun orang tua.
Berikut sedikit cuplikannya...
Di Mars kalo cewek gak minta, cowok menganggap bahwa apa yang mereka berikn udah cukup.
Sedangkan di Venus, jika cewek minta pada cowok tuh adalah hal yang gak romantis.
Semkin banyak masalah,semakin cowok merasa disalahkan. Ia tidak tau bahwa wanita berbicara agar persaannya lebih enak. Cowok tidak tau bahwa wanita akan sangat berterima kasih kalo ia hanya mendengarkan.
Kalo cowok gak punya kesempatan unutk menarik diri, ia gak akan pernah mendapat kesempatan untuk merasakan kerinduannya yang kuat untuk berdekatan.
Cowok tuh kayak karet gelang.
Ketika mereka menarik diri, mereka hanya bisa terulur sampe jarak tertentu sebelum melenting kembali.
Siklus ini adalah mendekat, menarik diri, kemudian dekat lagi.
Ketika ia sudah merasa terpisah, tiba2 saja ia akan merasakan kebutuhan akan cinta dan keintiman.
Otomatis ia akan merasa lebih termotivasi untuk memberikan cinta dan menerima cinta yang dibutuhkannya.
Sedangkan cewek menyalahartikan sikap menarik diri ini karena biasanya cewek menarik diri kalo ia tidak di percaya bahwa si pria memahami persaannya, atau kalo ia telah disakiti dan takut disakiti lagi, atau ketika pria melakukan kesalahan dan membuatnya kecewa.
Untuk memperjelas aja, Mars dilambangkan sebagai "dunia" dimana para cowok berasal. Sedangkan Venus melambangkan "dunia" dari cewek berasal.
Buku ini merupakan buku yang mendalami sifat2 berbeda antara cowok dan cewek.
Karya John Gray ini banyak membantu pasangan2 untuk memahami pasangannya, baik remaja maupun orang tua.
Berikut sedikit cuplikannya...
Di Mars kalo cewek gak minta, cowok menganggap bahwa apa yang mereka berikn udah cukup.
Sedangkan di Venus, jika cewek minta pada cowok tuh adalah hal yang gak romantis.
Semkin banyak masalah,semakin cowok merasa disalahkan. Ia tidak tau bahwa wanita berbicara agar persaannya lebih enak. Cowok tidak tau bahwa wanita akan sangat berterima kasih kalo ia hanya mendengarkan.
Kalo cowok gak punya kesempatan unutk menarik diri, ia gak akan pernah mendapat kesempatan untuk merasakan kerinduannya yang kuat untuk berdekatan.
Cowok tuh kayak karet gelang.
Ketika mereka menarik diri, mereka hanya bisa terulur sampe jarak tertentu sebelum melenting kembali.
Siklus ini adalah mendekat, menarik diri, kemudian dekat lagi.
Ketika ia sudah merasa terpisah, tiba2 saja ia akan merasakan kebutuhan akan cinta dan keintiman.
Otomatis ia akan merasa lebih termotivasi untuk memberikan cinta dan menerima cinta yang dibutuhkannya.
Sedangkan cewek menyalahartikan sikap menarik diri ini karena biasanya cewek menarik diri kalo ia tidak di percaya bahwa si pria memahami persaannya, atau kalo ia telah disakiti dan takut disakiti lagi, atau ketika pria melakukan kesalahan dan membuatnya kecewa.
Untuk memperjelas aja, Mars dilambangkan sebagai "dunia" dimana para cowok berasal. Sedangkan Venus melambangkan "dunia" dari cewek berasal.
Jumat, 01 Oktober 2010
Just TEARS, wait a minutes
Gag pernah rasanya sesedih ni...
hari2 yg menjenuhkan dan gag ada tempat buat bersandar..
bukannya aku membuat syarat "aku bahagia jika..."
tp sungguh, ini menyakitkan...
menungggu sebuah janji yg udah jelas2 d ingkari bnr2 perbuatan bodoh kn?
tp aku nggag tau menamakannya apa..
yg jelas bkn "cinta sejati yg hrs jatuh cinta berkali-kali pada orang yg sama..."
ngga ad yg bs aku perbuat.
aku hanya bisa mendoakanmu dari sini..
semoga qm bahgia dgn apa yg dah qm pilih...
siapa aku skr?
aku bukan siapa-siapa.
hari2 yg menjenuhkan dan gag ada tempat buat bersandar..
bukannya aku membuat syarat "aku bahagia jika..."
tp sungguh, ini menyakitkan...
menungggu sebuah janji yg udah jelas2 d ingkari bnr2 perbuatan bodoh kn?
tp aku nggag tau menamakannya apa..
yg jelas bkn "cinta sejati yg hrs jatuh cinta berkali-kali pada orang yg sama..."
ngga ad yg bs aku perbuat.
aku hanya bisa mendoakanmu dari sini..
semoga qm bahgia dgn apa yg dah qm pilih...
siapa aku skr?
aku bukan siapa-siapa.
Langganan:
Postingan (Atom)