Me and You Are

Me and You Are
My Life

Rabu, 07 Desember 2011

Sepatah tentang Hidupku


Do You Want to Know About My Life?

Sedikit kebaikan dapat membuatku melakukan banyak hal
Aku begitu mudah bosan dan aku tak tahu apa yang harus aku lakukan
Mereka seringkali memarahiku karena aku pelupa
Bahkan ketika aku tidur, aku tak bisa terganggu hanya karena suara-suara mereka

Aku tak mudah marah, hanya saja moody
Ketika aku bersama dengan orang yang humoris, aku akan menjadi sama seperti mereka
Tapi ketika aku merasa sedang tidak baik-baik saja, aku tak akan tertawa selucu apapun mereka
Dan sedikit sensitive pada orang yang pernah “bermasalah” denganku

Aku begitu perfectionist
Yang pernah diajarkannya padaku adalah: melakukan segala sesuatu dengan sempurna
Ketika aku melakukan sesuatu yang salah aku akan dimarahi
Dia bukan  orang tua ku, tapi kakak perempuanku



Menurutku, yang mempengaruhi perilaku seseorang itu bukan hanya didikan orang tuanya
Namun didikan dari saudara juga sangat mempengaruhi
Dia yang mengajariku rasa gengsi, melakukan semua tanpa salah, dan rasa takut melakukan kesalahan
Mungkin aku merasa sedikit “tertekan” tapi setelah aku besar, aku tahu mana yang baik

Motivasi sekecil apapun sangat berpengaruh terhadap hidupku
Ketika aku merasa “malas” akan suatu hal, bahkan tak mau memperhatikannya
Aku bisa dalam sekejap menjadi menekuninya karena ada hasil yang membuatku bangga
Maka aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa

Sejak aku sekolah, aku selalu tertekan akan pergaulan teman-temanku
Aku melihat mereka mempunyai segalanya
Mereka bisa melakukan apapun dan mendapatkan apapun yang mereka inginkan
Dan aku hanya bisa memandang mereka, berkhayal kapan aku bisa seperti mereka

Aku tak didik untuk mendapatkan “langsung” apa yang aku mau
Ketika mereka mendapatkan sekarang, aku akan mendapatkannya besok bahkan tahun berikutnya
Semua itu mendidikku untuk bersabar
Namun sebenrarnya aku orang yang ambisius

Untungnya, bukan ambisius yang menyebabkan agresif
Tapi ambisius yang menimbulkan motivasi
Dan ini hanya berlaku untuk hal-hal membanggakan lainnya
Seperti sekolah, pelajaran, kerja di organisasi

kusuma - ocha - puspa mereka kembar! 

Semenjak aku lepas dari SMA awal, aku merasa berubah
Ada sesuatu yang hilang dan datang yang baru dalam diriku
Semula aku begitu diam dan sangat “manis”
Maksudku, sangat lemah lembut bahkan dalam berkata-kata



Setelah aku punya pacar dan bergaul dengan banyak orang
Mulai aku merasa perubahan yang sangat berbeda dengan aku yang dulu
Aku begitu blak-blakan dan belajar bercanda dengan “cerdas”
Dan aku merasa sangat bersyukur bisa mengenal mereka

Bagiku, setiap orang yang pernah hadir di hidupku begitu mempunyai arti
Mereka selalu mengajarkan suatu hal yang berharga
Mereka memperlihatkan aku hal-hal yang tak pernah ku lihat
Mereka menunjukkan bagaimana caranya bersyukur atas apa yang aku miliki

Soal cinta,
Semenjak mendapatkan “seseorang yang tak terduga” di masa lalu
Dan kami memutuskan untuk berhenti saling mencintai
Semenjak itulah aku tak pernah mendapatkan orang yang “lengkap” untukku

Begitu sulit menemukan “orang itu” di hari-hariku saat ini
Mereka datang dan pergi, namun tak ada yang sanggup melengkapi hatiku
Namun aku berani menetapkan standart yang tinggi untuk memilih siapa yang jadi pasanganku
Aku tidak takut sendiri, karena aku ingin mendapatkan yang terbaik

Kadang, aku sangat amat gelisah bahkan mulai di ujung putus asa
Mengenai hal ini, cinta maksudku, aku sangat pemilih
Kesalahan pada pacar pertamaku takkan pernah ingin aku dapat lagi
Aku ingin mendapatkan yang lebih dari dia

Aku membacanya,
Pasangan yang baik itu serupa dengan Kristus,
Membawa pengaruh yang baik bagi kehidupan kita,
Dan menjaga kita sampai akhirnya kelak akan menjadi miliknya

Soal persahabatan,
Setiap masa sekolahku aku mendapatkan mereka para teman terdekat
Khusus pada waktu SMA aku cenderung “tak mendapat kelompok”
Bagiku mereka begitu berbeda dan aku tak mampu setara dengan mereka

Di masa kuliah ini,
Semester pertamaku di Universitas Negeri Malang jurusan Bimbingan Konseling,
Aku bertemu mereka, 5 orang sahabat yang mengisi hariku dengan tawa
Sejauh ini, aku pernah melihat mereka tertawa dan menangis saja

Onya - Aming - Ola - Ocha - Andra : kami BANANA!
Entah apa yang akan terjadi di masa mendatang ketika kami naik tingkat
Apakah masih seperti saat ini, ataukah memudar?
Semua berharap yang terbaik pasti
Dan aku berharap mereka juga bukan teman di kala senang, tapi juga di kala sedih

Hampir berakhir semester awal ini
Baru saja aku bisa menyesuaikan diri dengan para dosen dan mata kuliah yang unik
Lengkap dengan sistem dan metode belajar yang berbeda
Tapi akan segera berakhir, dan kabar baiknya, aku benar-benar jatuh cinta pada kuliahku

Akhirnya, aku sangat bersyukur atas semuanya yang pernah terjadi di hidupku
Kurang dan lebihnya semua membentukku
Aku mau aku berbeda dengan sekitarku
Bukan karena aku “nyeleneh” tapi karena aku terbaik :)

Sabtu, 03 Desember 2011

Surat ku untuk Tuhan

Sepi ini semakin menyayat
Tiap kali aku bicara padaNya, Ia selalu menjawab “Tenang saja, percayalah padaKu”
Itu pada awalnya

Awalnya aku merasa tenang
Duduk manis, tersenyum manatap langit
Berpikir, “Sedang apa dia disana? Dimana dia?”

Kemudian, sepi itu datang kembali
Tembok penghiburan itu runtuh lagi dalam sekejap
Aku menunduk yang sedari awal memberanikan diri menatap langit biru
Kini tiba-tiba sang mendung datang menyelimutinya

Aku tertunduk, lesu
Putus asa, bimbang
Aku berkata lagi padaNya, “Aku lelah, aku….. terserah apa saja yang Kau katakan”
Kemudian aku pergi dari tempat duduk itu

Aku berpikir, aku dapat mempertahankan tembok penghiburan dengan menatap sosok di sana
Sosok yang terlihat begitu sempurna
Namun, aku hanya dapat melihatnya
Ya! Hanya MELIHATNYA, tidak lebih

Aku kembali ke dalam taman imajinasiku
Mencoba membangun kepercayaanku padaNya
Menaruh harapan dan menyerahkan pena kepadaNya, itu tidak mudah
Sungguh, aku sudah mencobanya!

Mungkin,
Saat ini aku masih jenuh
Aku memilih berdiri, berlari ke sana ke mari
Kadang aku tersandung, bahkan jatuh

Namun aku tak dapat melakukan apapun
Aku hanya menoleh ke sana ke  mari
Berdiri tegak setengah murung menatap tanah
Melihat bunga dan kumbang bermesraan di depan mataku

Semua ini belum berakhir,
Aku masih ingin meletakkan kepercayaanku kepadaMu
Sungguh, aku ingin
Hanya saja, aku mohon: Jangan Terlalu Lama

Aku takut aku tak bisa bertahan
Aku takut aku benar-benar ditelan rasa putus asa
Aku takut aku tersungkur kecewa
Aku takut pada akhirnya aku tak mendapat apa-apa

Sungguh Tuhan,
jangan terlalu lama

Sabtu, 22 Oktober 2011

My Whises Mirror


Ini adalah cermin permintaanku.
Bukan, bukan seperti di dongeng-dongeng...
Tapi aku punya kebiasaan untuk menuliskan keinginanku di sini....

Seperti di fotoku di atas.
Aku menuliskan keinginanku masuk universitas apa ketika aku lulus SMA.
Dan hal-hal kecil lainnya.

Tapi keajaiban terjadi.
Apa yang aku tulis di situ, hampir semuanya terwujud.
Tentunya dengan kekuatan doa juga.

Menurut ilmu psikologi, ketika kita menginginkan sesuatu, lebih baik jika kita tulis di tempat yang dengan mudah kita baca.
Karena hal itu akan menancap di pikiran kita dan memotivasi kita untuk mencapainya...
:)

I Love My LIVE!

Akhir-akhir ini, aku sangat menikmati hidupku.
Paling tidak dalam waktu seminggu ini, tak terpikir olehku untuk ingin pacaran.
Ya, inilah aku.
Kadang aku bisa sangat menginginkan sesuatu, namun keesokan harinya aku mulai bosan.

Aku mulai mencintai kehidupanku, terhitung sejak lulus SMA.
Aku merasa sangat bebas dan lepas.
Bukan karena waktu SMA aku terpenjara karena larangan dan aturan.
Tapi jiwaku yang memenjarakan aku.

Aku tak bisa lepas mengekspresikan diriku.
Aku terpenjara dalam perasaan minder, membatasi diri, dan kesombongan.
Waktu itu yang dapat aku sombongkan hanya otakku, soal fisik dan gaya, aku tertinggal jauh.
Terlebih tentang pergaulan dan persahabatan, aku tak bisa mendapatkan hal yang benar-benar hidup.

Setelah UNAS berakhir, aku mulai merasakan yang namanya perjuangan hidup dan masa depan.
Ya aku tahu, ini belum apa-apa dan bukan tujuan akhir.
Tapi aku berpikir ini adalah pintu menuju awal dunia yang sebenarnya,

Rasa syukur berlipat ganda ketika aku menyerahkan jalan hidupku padaNya.
SNMPTN pun berjalan lancar dan terpenuhi layaknya berkat di hari hujan.
Aku memasuki masa PKPT, KBM, kuliahku sampai saat ini.
Dan aku merasa luar biasa.
Aku mendapatkan diriku bisa berekspresi lebih banyak lagi daripada ketika aku masih SMA.
Aku lebih percaya diri dan memberanikan diri untuk mengenal lebih banyak orang.

Ketika aku merubah diriku secara fisik, aku merasa sangat percaya diri.
Aku berani tampil di depan dengan tersenyum dan anggun.
Dari sinilah aku menemukan dunia baru.

Aku mengenal banyak orang dan merasa bahwa dunia ini begitu sempit.
Beberapa lelaki datang mendekat dan pergi.
Bagaimanapun aku berhak memilih, bukan karena aku sombong.
Tapi aku belajar dari masa lalu.
"Ketika kau menyerahkan hatimu dengan mudahnya, saat itulah dengan mudahnya pula hatimu akan disakiti."

Aku banyak melepaskan impian dan keinginanku.
Hal yang paling aku impikan adalah mengikuti suatu komunitas dance hiphop.
Aku suka menari, nge-dance lebih tepatnya.
Impian ku bisa menari di atas stage dengan emosi dan energi yang luar biasa.
Merasa keren dan membuat orang lain terpesona.
Aku ingin melakukannya.
Tapi aku tak pernah bisa mewujudkannya.

Lihat!
Aku sendiri tak bisa mewujudkan keinginanku sendiri.
Aku membiarkannya menguap dan habis terkikis.
Aku hanya bisa melihat tarian-tarian hebat dari videoklip-videoklip menakjubkan dan menirunya.
Aku ingin mewujudkannya, tapi aku tak punya kesempatan.
Aku berhenti di tempat dan tak berusaha untuk mewujudkannya.

Aku suka tampil di depan.
Walaupun jantungku berdetak tak karuan karena nervous.
Aku suka menari di depan orang banyak.
Walaupun tubuhku mulai kaku tak selincah dulu.
Aku ingin membuat orang lain tahu bahwa aku bisa.

Aku mencintai hidupku,
ketika aku bertemu dengan banyak orang dan mendengar cerita mereka.
Aku belajar bersyukur walaupun mungkin aku mendengar cerita dari mereka orang-orang yang hidupnya lebih 'sempurna' dan 'bahagia' daripada hidupku.
Aku juga belajar bersyukur ketika aku mendengar cerita mereka yang lebih tegar dalam menjalani hidup.
Dan tentunya bersyukur dapat bertemu mereka dan semua yang boleh aku miliki...

Rabu, 19 Oktober 2011

PENUTUP

Tulisan ini menutup kisah tentang dia.
Menurut ingatanku, saja.

"Beri aku waktu untuk menjawab pertanyaanmu"
"Ok. Aku beri waktu kamu 1 minggu"
"Sebelum aku menjawabnya, boleh kita ketemu?"
"Ok. Dimana?"

Hari itu, Jumat, 23 September 2011
Aku memutuskan untuk pergi dengannya
Sebelum aku menyerahkan hatiku kepada seseorang, aku ingin tahu lebih dalam tentang dia

Hatiku galau dan bimbang saat itu
Aku tak tahu siapa dia, tapi aku sudah membuat patah hati orang lain yang dengan setia menungguku hanya untuk bertemu dia

Akhirnya, siang itu aku mengajaknya datang ke rumahku
Aku mengenalkannya pada ayahku
Aku tahu, ini terlalu cepat, kami belum mempunyai status tapi aku sudah mengenalkan dia pada ayahku

Awalnya, ketika dia datang ke rumahku,
Aku sempat ragu, berpikir bagaimana jika dia ternyata orang yang bukan "kejawen", bersopan santun layaknya orang jawa.
Tapi dia membelalakkan mataku ketika dia masuk ke rumahku dan memberi salam kepada ayahku.
Dia menjabat tangan ayahku dan mengucapkan namanya dengan tegas.
Kemudian dia pamit dengan sangat sopan, mencium tangan ayahku, dan kamipun pergi.
1 poin untuk dia.

Selama di perjalanan ketika berangkat, aku duduk di boncengannya.
Merasa sedikit takut dengan gaya menyetirnya yang cenderung ngebut.
Aku menunjukkan jalan padanya dan dia menyebutku seperti tukang parkir.
Kami bercanda dan tertawa sepanjang jalan.

Sesampainya di tempat parkir, ketika tukang parkir bicaranya agak nyolot, dia menjawabnya dengan santai, "Yoi" katanya.
Kemudian kami berjalan masuk mall dan membicarakan gaya pakaian anak Jakarta jika pergi ke mall dan topik ringan lainnya.
Aku suka gaya bicaranya, sikap santainya, cara berjalannya.
1 poin lagi, dia tak meninggalkan aku jauh di belakang ketika kami berjalan bersama.
Dia menungguku berjalan sampai di sampingnya ketika aku agak lambat berjalan.

Aku meminta agar kami langsung menuju food court.
Aku pikir, itu tempat yang cukup tepat dan nyaman untuk berbicara dan ngobrol.
Kami memesan makanan kami.
"Aku ingat ketika aku pergi ke stand kentang goreng dan melihatmu dari sana.
Aku melihatmu dari belakang dengan wajahmu separuh terlihat, aku suka itu.
Aku ingat ketika aku kembali dan duduk di depanmu, kamu memegang HP samsung mu dan menopang dagumu dengan HP yang ada di telinga kirimu.
Entah kenapa, itu yang aku ingat di pikiranku sampai saat ini, aku suka gayamu."

Hal pertama yang dia bicarakan tentang teman-temannya dan sekolahnya di Jakarta waktu dia SMA dulu.
Dengan santainya dia membicarakan kenakalannya waktu SMA.
Sampai akhirnya, aku tahu sedikit tentang keluarganya, cara pergaulannya di Jakarta, dan ujung-ujungnya kami bicara tentang hati.
Dengan ringannya dia bercerita tentang mantannya, hal apa yang dia lakukan ketika tak punya pacar, berapa kali dia pacaran, dan masih banyak lagi.
Aku ingat, dia melotot ketika tahu aku baru 1 kali pacaran
Yah, aku tahu itu memalukan, tapi itu menunjukkan bahwa aku tak main-main mencari pasangan.

Setelah membicarakan semua tentang dia dan sedikit kehidupannya ada kata-kata yang melekat di pikiranku,
"Apa yang membuat kamu suka sama aku?" tanyaku.
"Aku di Malang kepengen punya pacar anak Malang.
Aku pengen hidup bener di sini, ngga main-main lagi, serius ma kuliahku.
Kamu anaknya anteng, ngga neko-neko.
Kayaknya, kamu bisa deh ngrubah aku....."
"Jadi? Apa aku tetep harus njawab tepat 1 minggu?"
"Yah, terserah kamu deh.
This is me, so now it's up to you"
Aku tersenyum.
1 poin lagi, aku mulai menilai kamu mau serius berhubungan denganku.
Tapi ada yang mematahkan poin tersebut ketika kamu bilang,
"Yah aku sih gag tau perasaanmu, prasaan orang kan beda yah.
Tapi kalo kamu gag mau, kita bisa berteman kok"
Nah, ini pertanyaan besar buat aku waktu itu.
Aku berpikir, kenapa dengan mudahnya dia bilang 'berteman'?
Setahuku, jika kita menyukai seseorang pasti akan mempertahankan atau merebut hatinya kan?
Tidak semudah itu menyerah tanpa usaha.

Sorepun tiba, kami beranjak pulang.
Aku senang dia berjalan di sampingku.
Ketika sampai di tempat parkir, dia sempat jalan agak cepat dan aku tertinggal jauh di belakang.
Kataku setengah berlari, "Aku di tinggal...."
"Iyah, maap. Jalannya kan sempit, jadi gag bisa jalan sebelahan" katanya sambil berhenti dan menghadapku di belakang.
Dan aku suka itu.
Sesampainya di motornya, dia bercerita kalau motornya itu kado ulang tahunnya.
Jupiter merah-hitam dengan helm merahnya.

Kami pulang.
Di jalanan, aku sempat kagok karena tak tahu jalan.
Payah, orang Malang ngga tahu jalanan di Malang.
"Aku inget waktu kamu mencoba mengingat-ingat lagi rute jalan pulang.
Waktu aku bilang, 'nanti lewat tugu'.
Kamu balik nanya, 'hah? mana tugu?'
'yang tadi lewat, ya udah terus aja'
Waktu lewat depan tugu aku bilang, 'ini yang namanya tugu kota Malang'
'apaan tuh kecil banget?! ahhaha'
'iyalah kecil kalo dibandingin ma monas -.-'' . dasar...'
Lucu."

Sampai di rumah, dia hampir saja tak mau masuk ke dalam rumahku lagi.
Tapi aku memintanya untuk turun sebentar dan pamit pulang.
Ternyata, ayahku sudah ada di depan rumah.
Dia turun dari motor, berjalan ke arah ayahku, dan berkata, "Pulang dulu Om. Ocha nya sudah kembali dengan selamat"
Sontak, aku tertawa terpingkal-pingkal sambil bicara, "Eh, kok ada gitunya?!"
Dia hanya tertawa.
Kemudian dia berlalu dari pandangan mataku.

Beberapa menit kemudian, dia mengirimku SMS, "hey udah nyampe nih"
Aku senang dia SMS aku ketika sudah sampai rumahnya.
Aku sempat berpikir dia akan hilang setelah bertemu denganku, tapi aku lega ketika dia masih bisa tertawa bersamaku walau hanya lewat SMS saja.

Keesokan harinya, dia dengan semangatnya bercerita akan pergi ke pantai dengan teman-teman gerejanya.
Sepanjang perjalanannya, dia selalu SMS aku sampai sinyalnya hilang.
Ketika dia pulang dari pantai dan ada sinyal, dia langsung SMS aku.
Aku senang waktu itu, merasa semua akan berjalan baik-baik saja.

Sampai 3 hari selanjutnya, dia berubah.
Pembicaraan kami terasa garing.
Hari ke hari jumlah SMS nya berkurang, dia jadi jarang SMS aku.
Tidak ada ucapan selamat pagi di pagi hariku atau SMS jail lainnya.
Aku mulai takut kehilangan dia dan aku sadar, aku mulai jatuh cinta padanya.

Tapi keadaan tak bisa di paksa.
3 hari setelah itu, kami miskom, dia tak SMS aku, dan jarang membalas.
Sampai akhirnya dia SMS aku dengan panjang 6 SMS:
"Hmmh ocha ^_^
aku mw minta maaph yah klo aku punya salah...
Kmu tw alasanku jauhin kmu ^_^
aku sadar kmu gk akan bisa sehati ama aku aku orgnya gk bgtu perhatian cuek dan sibuk sendri dngn duniaku...
Hidupku penuh dgn tidak kebenaran ^_^
aku gk mw pacaran srius tpi cma bkn skt hati kmu ^_^ aku terlalu gk bisa menjaga hati org dngn dunia gameku ^_^ mungkin cara yg terbaik buat aku yah jauhin kmu perlahan...
Sory yah aku bru blg skrg aku butuh waktu buat ngasih tauin ini...
Aku suka kmu gayamu dan segala hal tentangmu tpi apakah kmu nanti nyaman dgn aku...
Aku bnr" gk bsa jwb itu ^_^ jdi sblm ada hati yg terluka lgi parah mending aku tutup pikiranku yg egois mencri pacar serius tpi aku sbuk sendri dngn duniaku...
Tentu kmu gk akan bisa tahan dgn aku yg seperti itu...
Hmmh soal guru ^_^ aku gk anti kok sama gru tenang ajh hehe ^_^"

Terjawab sudah semuanya.
Entah lega entah kecewa entah marah.
Tapi sungguh aku tak sedih, aku hanya menyesal karena harus kehilangan dia di saat dia mulai mengisi hatiku.
Dia beralasan tak akan bisa meninggalkan dunia game nya dan takut menyakiti hatiku karena kecuekkannya.
Dia bisa berkata sebanyak itu karena membaca blog ini.
Kadang aku merasa menyesal kenapa aku tulis semuanya disini, tentang prasangkak burukku akan niatnya yang ku takutkan tak serius.
Aku merasa bersalah menilainya seolah-olah akan membuatku sakit hati.
Tapi toh pada kenyataannya benar.
Kalau dia benar-benar serius, tentu dia akan mengorbankan sesuatu untuk bisa denganku.
Pada akhirnya aku tetap pada prinsipku.

Sampai di sini, feelingku sudah terjawab, bahwa dia tak serius ingin bersamaku.
Secepat itu, dalam waktu kurang dari 1 bulan, kami berkenalan, bercanda, menceritakan masa lalu, dia 'menembak' aku untuk jadi pacarnya, kami pergi bersama, dan akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan menjauhi aku.

Aku hanya terdiam, membutuhkan waktu 2 jam untuk menjawab semua itu.
Ketika aku menjawabnya dengan kata, "Ya, gak papa kok. pdhl aku terlanjur suka sama kamu John. Tapi nggag papa lah aku bisa hapus rasa ini :)"
Dan dengan enteng dan cepatnya dia menjawab, "Hahahha, ya udah. Lupain aja lah"
Tuhannn, segampang itu jawabnya.
"Ya ini lah aku kalo udah main game"
Wow, mengejutkan. Aku cuma bisa mengelus dada,

Di satu sisi aku merasa kecewa dan menyesal.
"Kenapa tak langsung ku trima saja dia waktu itu?
Mungkin saat ini aku jadi sudah punya pacar dan bisa benar-benar memiliki dan menyayangi dia."
Tapi di sisi lain aku bersyukur karena tidak jadi bersama orang yang tidak serius, dimana padahal aku ingin menjalin hubungan serius yang benar-benar saling mencintai.
"Mungkin, saat itu jika aku tak mendoakanmu dan membiarkan egoku bicara, mungkin sekarang aku tak sedamai ini" karena memikirkan mu yang ternyata tak seindah yang kubayangkan.

"Saat itu, aku pernah bilang bahwa aku tak mudah percaya dengan orang lain.
Dan kamu pun menyerah dengan berkata, 'Wah, kamu orang nya gitu. Ya mau gimana lagi?'
Skali lagi tak ada usaha darimu.
Tanpa kamu sadari, aku telah mempercayai kamu ketika aku mau keluar, berjalan berdua dengan kamu.
Tanpa kamu sadari, aku hampir mempercayakan hatiku untuk kamu miliki."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah, cukup aku pikir.
Aku menutup kisah ini sampai di sini.
Benar-benar sampai di sini.
Sudah tidak ada lagi tulisan tentang dia dan perasaanku kepadanya.
Sudah aku putuskan, untuk menguburnya...

Selasa, 18 Oktober 2011

1 Bulan Kemudian

Kata orang mati 1 tumbuh 1000
Banyak yang datang dan pergi
Tapi tak ada yang singgah di hati


1 bulan yang lalu
Sehari itu, cuma sebentar, tapi melekat erat di ingatanku
Kamu...
Semua tingkah lakumu, kata-katamu, gayamu
Terekam jelas di ingatanku
Dan aku hanya bisa tertawa ketika mengingatmu

Rupanya aku memang menyukai tipe orang yang humoris
Yang bisa membuatku tertawa dan tidak terlalu mendewasai aku

Tapi, setelah hari itu, 1 bulan yang lalu
Sekarang seperti tak pernah ada hari 1 bulan yang lalu itu
Kembali lagi ke nol

Entahlah,
Setelah itu aku tak pernah bertemu dengannya
Kadang, sebelum dia bilang apa yang sedang terjadi sebenarnya, aku berhalusinasi melihatnya ada di depanku
Tapi, kemarin aku bertemu, melihatnya lebih tepatnya, dengan dia
Berbeda.
Kami sudak tak saling kenal

Kalau tak bertemu, aku ingin melihatnya
Kalau melihatnya, aku ingin menutup mata
Aku ingin menutup mataku ketika dia ada dihadapanku
Kenapa?

Ini aneh.
Kemarin, aku begitu marah dan tak ingin melihatnya ketika dia ada di depanku
Ada perasaan kecewa dan sebagainya di dalam hatiku
Tapi ketika aku duduk di kursi ini, melihat fb mu, mengapa aku mencoba menyapamu?
Seharusnya aku diam
Seharusnya aku mengikuti kemauanmu, "menjauhi ku perlahan"

Sudahlah,
aku menutup kisah tentang dia
Cukup sampai di sini :)

Senin, 03 Oktober 2011

1 Bait

Seharian di kampus aku hampir berhalusinasi liat dia...
Aku cuma kangen...
Tapi maaf kalau semua prasangkaku salah tentang dia...
Aku tahu ini cuma sementara dan aku bukan siapa-siapa...

Aku sepakat dengan diriku sendiri untuk menjalani hidupku sendiri sama seperti hari-hari yang lalu.
Dan mungkin, kami akan menjadi teman.
Entah teman baik atau tidak, :)

Apa yang udah pergi nggag bisa kembali lagi kan?

Minggu, 02 Oktober 2011

"Kamu tahu? Aku terlanjur jatuh hati..."

"Kamu tahu?
Aku terlanjur suka sama kamu...."

Setelah setahun lebih aku mati rasa.
Hening, sepi, kering, dan gelap.
Dia datang tiba-tiba dan mengejutkan.

Awalnya aku ragu, bagaimana mungkin aku memutuskan sesuatu tanpa tahu apa-apa tentang dia.
Aku kalut sampai akhirnya kami memutuskan untuk bertemu dan pergi bersama.

Hei...
Aku jadi suka dia.
He is so good looking, charming....
Saat  itu juga aku berpikir untuk mau memulai cinta yang baru bersama dia.

Semua berjalan seperti biasa.
Sampai 2 hari setelah itu, sesuatu berbeda, sampai akhirnya hari bertambah hari ia menjauh.
Tiba-tiba saja cuek, berbeda dengan biasanya.
Sampai hari ini pun kami berhenti berkomunikasi.

Tuhan...
Baru saja aku merasakan kembali rasanya jatuh cinta.
Baru saja aku ingin memulai cinta yang baru.
Namun dengan mudahnya aku di buang, tidak di anggap.
Lantas apa artinya yang pernah dia ucapkan kepadaku?
Apa itu cuma "sementara" karna saat itu kami dekat?

Ya, aku terlanjur menaruh hati padanya.
Tapi karna semuanya sudah berubah, aku masih bisa membunuh rasa ini.
Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini, jadi tenang saja, aku bisa melewati ini.

Aku kecewa.
Aku sedih.
Tapi aku juga merindukan waktu yang pernah ada saat ada dia.
Namun biarlah semua hilang bila memang harus begitu.
Mungkin memang benar katanya, "Mungkin kita bisa jadi teman dekat kalo kamu gag suka sama aku"
Dan ternyata benar perasaanku, dia nggag serius dengan kata-katanya.
Aku rasa, ini juga kehendak Tuhan.
Jika memang bukan dia yang direncanakan buat aku, mungkin aku masih harus 'sendiri' lebih lama lagi.

Semoga, rasa ini juga akan hilang seiring berjalannya waktu.
Yang perlu aku lakukan hanyalah tersenyum ketika bertemu dia dan berhenti mengkhayal semuanya akan kembali.
"Apa yang sudah kita lepaskan, belum tentu dapat kita dapatkan kembali"

Lupakan :)

Selasa, 27 September 2011

New L*ve?

Apa yang sudah kita lepaskan belum tentu bisa kita dapatkan kembali.
Karna suatu alasan lain, aku memilih berhenti memberi harapan pada orang lain.
Aku memilih menjauhkan dia dari hidupku, bukan semata karena keegoisanku, namun juga untuk pertemanan kita.
Aku begitu merasa bersalah setelah melakukannya, ia begitu nampak tersakiti.
Dia menuliskan perasaannya dan memberikannya padaku, bahkan temanku pun merasa terharu membacanya.
Namun, entah, aku sama sekali tak merasakan apapun, aku hanya semakin merasa bersalah.
Satu-satunya pertanyaan terbesarku adalah: "Apakah akan ada lagi orang yang mencintai aku seperti dia?"
Aku ragu menjawabnya.
Namun yang namanya perasaan tak akan pernah bisa di paksa.
Kalau cinta tak ada, kenapa harus memaksa memiliki?

Di lain sisi, aku mulai menyukai seseorang.
Tapi rasa ragu ku lebih besar akan perasaanku.
Maka dari itu aku masih bisa menahannya sebelum jauh jatuh ke dalam.
Aku tak mau lagi dan lagi merasakan sakitnya, sudah cukup sekali saja.

Begitu banyak pertanyaan di benakku.
Sampai sehari kemarin hariku di buatnya gelap.
Galau dan bimbang sampai hariku berjalan sesat.
Rasa apa ini?
Benar-benar menyebalkan.
Jika Tuhan menghendaki, semua pasti terjadi.
Aku berusaha untuk berpasrah diri "Jadilah padaku seperi kehendakMu".
Namun terkadang aku masih mendikte Tuhan atas kemauanku.
Tidak seharusnya aku terlalu memikirkan hal ini.
Rasa takut dan raguku masih sanggup membendung rasa suka ku, sebelum aku tahu dia benar-benar serius ingin bersamaku.

Aku melepaskan orang yang benar-benar menyukaiku.
Aku melukai perasaannya.
Tapi aku (waktu itu) lebih memilih seorang yang lain, yang 'baru', dan belum aku tahu apa-apa.
Ini kah ego ku?
Namun jawaban terakhir, rupanya semua sia-sia.

New L*ve?
Sepertinya masih jauh, mungkin aku masih perlu menunggu lebih lama lagi....

Jumat, 16 September 2011

Aku Hanya Takut Jatuh Cinta

Setelah setahun lebih berusaha menyembuhkan diri dari sakitnya hati, proses untuk membuat hatiku menjadi utuh pun tak berjalan dengan semudah itu.
Siapa sangka aku menjadi lebih rapuh dan takut menengadahkan kepalaku untuk menatap dunia?
Perasaan tersakiti yang dulu selalu membayangiku, menutup naluri, dan membungkam perasaanku.
Aku takut suatu kali aku akan merasakan rasa sakit yang sama.
Aku hanya takut.....
Jatuh Cinta

Tidak seperti orang lain, aku menemukan cinta itu dengan waktu yang lama.
Entah kapan berakhir penantian ini, tapi aku berusaha menikmati apa yang aku miliki.
Ketika kita bisa mencintai diri sendiri, pasti akan ada orang lain yang bisa mencintai diri kita.

Aku hanya berharap, kelak aku akan bertemu dengan seseorang yang lebih dan lebih dari yang pernah aku miliki dulu.
Siapa yang mau jatuh ke dalam lubang yang sama?
Akupun juga tak ingin mempunyai cerita yang sama pahitnya dengan masa lalu.
Aku hanya ingin bahagia dan ingin segera bertemu dengan seseorang yang Tuhan tlah persiapkan untukku.

Tapi, sungguh, aku tak mudah jatuh cinta.
Sampai saat ini, belum ada yang bisa menyentuh hatiku.
Aku belum jatuh cinta lagi.
Jika aku mulai merasa jatuh cinta, mungkin aku akan takut memulainya >,<

Jumat, 09 September 2011

Belum Pernah Ada yang Seperti Ini

Setelah 1 tahun lebih menjomblo, belum ada seorangpun yang bisa membuatku jatuh cinta lagi.
Walaupun kenalan sana sini, smsan sama siapapun, tapi belum ada yang berhenti menetap di hati.
Ada, seseorang yang sudah 1 tahun lebih PDKT ke aku dan sampai sekarang juga masih berjuang mendapatkan aku.
Tapi sayangnya, aku sama sekali tidak tertarik padanya.
Sebenarnya, belum pernah ada orang seperti dia ada di hidupku.
Belum pernah aku temui orang yang begitu suka sama aku seperti dia.
Yang rela berkorban hanya untuk sekedar menemui aku.

Sudah lama kami hanya ber-sms.
Kemudian kami bertemu, dia datang ke rumahku hari Natal tahun lalu.
Aku pikir setelah bertemu kami tidak akan berlanjut smsan atau apapun.
Namun ternyata dia mulai suka dan selalu memberi perhatian padaku.
Lingkungan kami cukup dekat, maksudku gereja kami masih 1 adat.
Teman-teman kami juga cukup berhubungan.
Sampai akhirnya dia selalu berusaha bertemu denganku.
Beberapa kali dia bertandang ke rumahku, padahal jarak yang dia tempuh untuk sampai di rumahku  1 jam.
Di lain waktu aku sempat memberanikan diri untuk pergi jalan-jalan dengan dia.
Aku hanya mencoba membuka hati untuk yang lain, mencoba mengenal cowok lain.
Sampai saat ini masih 2x aku pergi bersamanya.
Yang terakhir kali kami pergi nonton dan itupun pertemuan kami yang paling lama.

Tapi entah kenapa, banyak hal yang membuatku sama sekali tidak nyaman.
Dari cara dia sms aku, aku kira dia terlalu berlebihan dari porsi sebagai teman.
Dia selalu bertanya aku dimana, sama siapa, dan hal-hal membosankan lainnya.
Dia terlalu mendewasai aku. Dia selalu bertingkah "aku tahu lebih dulu dari kamu" karena dia lebih tua 4 tahun dari aku.
Kadang dia juga memberi tahu ku banyak hal yang sebenarnya aku gag mau tahu.
Secara fisik, dia bukan tipeku banget.
Dia tidak bisa menempatkan aku layaknya sebagai temannya.
Dia terlalu sensitif dan berlebihan alias lebay.
Aku risih ketika harus mendengar ocehannya yang lebih banyak dari aku.
Membalas smsnya yang seperti sesi wawancara.
Dengan kata lain, aku bosan berhadapan dengannya.

Namun di lain sisi, saat kami sedang bertemu dan jalan bareng.
Ada hal yang cukup masuk kriteriaku, cuma 1 yaitu sifatnya yang sangat menjaga orang yang disayanginya.
Pernah waktu kami terakhir kali nonton, aku sempat mau di serempet truk.
Tapi dia memegang pundakku dari belakang dan meminggirkanku supaya aku aman.
Sempat salut juga, tapi belum mengalahkan point negatif yang dia miliki.

1 lagi.
Sebenarnya yang aku maksud dengan "belum pernah ada yang seperti ini" adalah....
Dia suka aku dan berkorban sebisa dia.
Belum pernah ada cowok seperti dia.
Sampai sekarang pun dia masih mengejar aku.
Walaupun aku sudah sering menolaknya secara halus, tapi dia masih bertekad.
Kadang aku takut terlalu jahat padanya, aku takut membuat dia jatuh lebih dalam.
Tapi dia keras kepala dan telalu rapuh untuk di tolak.
Seandainya dia benar-benar tipeku....... mungkin dia yang aku cari.

Betapa Kita Tidak Bersyukur

Punya fisik yang indah, itu dambaan semua orang, terutama cewek.
Seminggu yang lalu, aku melihat diriku dari luar, membandingkan dengan saudaraku sendiri.
Tapi kenapa kami begitu berbeda?
Kami dilahirkan dari rahim yang sama, namun setelah besar terlihat perbedaan dari fisik kami.
Bukan, bukan aku cacat, tapi aku tidak bersyukur.

Kakak perempuanku mempunyai segalanya.
Maksudku, tidak seperti aku yang mungkin masih lebih bagus miliknya.
Begini, contohnya saja secara fisik.
Wajahnya cantik, lebih cantik dari aku menurutku.
Hidungnya sedikit mancung di bandingkan punyaku yang pesek ini.
Matanya tidak sesipit mataku.
Bibirnya apik, tidak tebal seperti bibirku.
Giginya tersusunn rapi walaupun waktu kecil giginya gigis semua, tidak seperti punyaku yang ukuran besar-besar, tidak aturan, dan mulai maju melebihi barisnya.
Badannya berisi, tidak kurus seperti aku.
Dadanya juga, tidak seperti aku yang entah karena sangking kurusnya aku jadi rata begini.
Kulitnya lebih putih dari aku dan mungkin bulu di kakinya tidak sebanyak aku.

Dari segala sudut dan ekspresi, kalo di foto juga bagusan dia.
Huufff, aku benar-benar bisa mati sangking irinya.
Bagaimana bisa kami tumbuh bersama dan ternyata dia lebih memiliki segalanya?
Terkadang aku melihat dia sebagai seseorang yang sempurna.
Hidupnya cukup sempurna karena pribadi dan takdirnya yang mungkin memang tercipta seperti itu.
Setelah 5 tahun kuliah, besok 18 September 2011 dia bakal di wisuda dengan 2 gelar.
Dia sudah punya pasangan yang menurutku sudah sempurna untuk dijadikan pasangan hidup.
Tinggal mencari kerja saja dia untuk melengkapi kehidupannya.
Mungkin setelah bekerja beberapa tahun, dia siap di pinang dan mempunyai keluarganya sendiri.
Anak sulung memang hebat!
Dia mengecap segalanya mendahului kami para bungsu.
Dan kami para bungsu, hanya berdecak kagum dan menjadikan mereka inspirasi dan motivasi untuk menjadi yang lebih baik dari dia, kelak.
Amiin....

Sabtu, 06 Agustus 2011

Bawa Aku pada Cahaya

Ketika kamu terjebak di dalam kegelapan,
kamu akan berusaha keras mencari jalan menuju cahaya.
Setelah menemukan jalan keluarnya, kamu akan mencoba mencari sumber cahaya yang dapat menerangi pandanganmu.
Dan setelah kamu menemukan sumber cahayanya, kamu akan dengan bahagia menyambut darimana arah datang sinar terang itu dan melupakan tempat kegelapanmu.

Sayangnya,
aku masih sangat berusaha keluar dari kegelapan, aku masih mencari cahaya, tapi aku tak temukan setitik cahayapun.
Dengan kekuatanku, aku berusaha meninggalkan lorong-lorong kegelapan di dasar hatiku.
Aku merangkak dan mengoyak setiap rasa sakitnya.
Tak peduli apa yang akan terjadi, yang aku tahu, aku ingin segera keluar dari setiap lorong sesak itu.

Tak terasa sudah terlalu lama aku tersungkur dan lupa akan  tujuanku untuk mencari cahaya.
Hampir saja aku menyerah dan ingin tetap berada di sana.
Tapi aku masih ingin melihat dunia.
Yang aku tahu, dunia itu indah dan berwarna.
Yang aku tahu, dunia memiliki cinta untuk dibagikan.
Yang aku tahu, cinta itu indah seperti yang diceritakan dalam sajak-sajak orang.

Aku ingin pergi ke sana!
Aku ingin mendapatkan cinta yang abru yang membawaku dalam terang.
Ya! Itu dia, cinta yang membawaku dalam terang.

Karena sudah cukup aku merasakan getir dan nyerinya lorong kegelapan yang penuh dengan isak tangis kesepian.
Menghujam setiap tetes peluh di keningku.
Yang aku tahu, gelap itu hitam dan buta.
Yang aku tahu, cahaya itu berwarna dan indah.

Seseorang, bawa aku ke sana.....

Kamis, 30 Juni 2011

UM - Bimbingan Konseling

Dear God...
Terima kasih untuk yang boleh terjadi pada hari ini di hidupku.
Sungguh ini adalah sebuah mujizat.

Sebelum ujian ibu ku sangat amat kuatir.
Ia menawarkan "bantuan", tapi aku menolaknya.
Aku bilang bahwa ada banyak orang yang mendoakanku dan aku percaya Tuhan ada untuk membimbingku.
Aku terus berdoa dan berdoa, mohon supaya Tuhan berbelas kasih kepadaku.
Aku begitu takut jika harus kecewa, lagi.
Karena dalam otakku sudah terdoktrin untuk takut berharap lebih dan lebih.

Ketika ibu ku benar-benar akan menjalankan bantuannya kepadaku, dalam hati aku berkata, "Lihat ini Tuhan. Apa Kau dengar mereka meremehkanMu sangking khawatirnya.... Tunjukkan kuasaMu ya Bapa"
Dan jawabannya adalah hari ini.
Doaku di dengar, Tuhan  menyatakan kuasaNya, dan sekarang tinggal aku yang harus terus ada dalam hadiratNya, serta berjuang untuk meraih masa depanku.

Mulai hari ini, masa depanku sedang diperjuangkan...

Jumat, 17 Juni 2011

Pengampunan (Confeito! part I)

"Even the pure and simple truth are never simple and rarely pure"
(Oscar Wilde)

"Apa aku harus memaafkannya?"

"Tentu saja"

"Tapi dia sudah jahat padaku"

"Kamu sepertinya salah menafsirkan pemberian maaf, sepeti kebanyakan orang"

"Maksudmu?"

"Orang-orang pada umumnya mengira jika mereka tidak mau memaafkan seseorang dengan alasan orang tersebut kejam, itu akan menjadi masalah orang tersebut. Tapi sebenarnya itu adalah masalah mereka.
Kalau kita menolak memaafkan, sebenarnya kita sendiri yang menderita.
Biasanya, orang yang bersalah tetap dengan gembira menjalani hidup sedangkan kita mengalami penderitaan lahir batin begitu berat.
Pada saat kita memilih untuk memaafkan, suatu prinsip yang mengagumkan langsung bekerja. Kalau kita berubah, orang lain akan berubah. Begitu kita mengubah sikap kita terhadap orang lain, merekapun mengubah sikap mereka. Bagaimanapun juga, pada saat kita mengubah cara pandang kita, orang lain menanggapi berubahnya harapan-harapan kita."

"Ya, aku mengerti akan hal itu.
Selama suatu rahasia tersimpan aman di hatimu, kamulah tuannya dan kamu bisa menungganginya.
Tetapi begitu kamu membukanya dialah yang menjadi tuanmu dan menunggangimu."


Memaafkan terlebih mengampuni adalah perkara yang tak mudah.
Butuh kebesaran jiwa dan kelapangan dada yang besar agar hati kita menerima segala hal yang tidak mengenakkan.
Bukan perkara gampang,
tidak seperti ketika kamu mengucapkan kata "Aku memaafkanmu" namun hatimu tetap kecut memikirkan kejadian yang tak mengenakkan itu.
Yang terpenting adalah hati.
Kondisi hatimu yang lebih damai dan tenang saat kamu mengucapkan kata pengampunan pada seseorang, itulah yang akan menjadi kekuatanmu.
Karena Tuhan akan mengabulkan pengampunan dosamu jika kamu mengampuni sesamamu lebih dahulu.

Kamis, 09 Juni 2011

18 Tahun-ku

Dini hari pukul 00.17, HP M3-ku bergetar menandakan ada SMS masuk.
Jarang-jarang HP satu ini bergetar, karena hampir tak ada yang menghubungi nomer ku yang ini.
Aku membukanya, ternyata SMS dari kakakku, padahal dia ada di kamar sebelah.
Isinya "SELAMAT ULANG TAHUN DEKK..."

Aku tersenyum, aku baru ingat hari ini tanggal 8 Juni.
Umurku genap 1 tahun lagi.
Dari dulu aku bertanya-tanya, kenapa walaupun angka umurnya genjil (15 misalnya) tapi tetap saja di katakan "genap".
Setelah aku besar, aku mulai menyadari bahwa ketika kita berulangtahun, itu menandakan penggenapan selama berapa tahun kita hidup.
Bukan lagi soal bilangan cacah, tapi soal kehidupan.

Kemudian, HP Axis-ku bergetar lagi pukul 00.19.
Kali ini dari sahabatku, Visi.
Dia menuliskan semua 'wishes'nya buat aku.
Ada 9 semuanya dan itu semua yang memang aku inginkan.

Setelah itu aku berdoa untuk membuka tahunku yang ke 18 menuju penggenapan 19 tahun.
Tentunya aku mengharapkan hal-hal baik yang terjadi padaku.
Semua orang nampaknya ingin aku kebih dewasa dan sukses.
Itu yang ku baca di facebook dan SMS ku hari ini.

Ada 9 SMS yang masuk di HP ku.
Ada 90 wall dan 4 message di fb ku.
Ada 6 orang yang mengucapkan langsung kepadaku, hari ini.

"SELAMAT ULANG TAHUN CHA..."

Dari pagi sampai malam, semua berjalan sama seperti hari-hari lainnya.
Pagi aku pergi mendaftar ke Poltekes.
Sore aku latihan dance di greja.
Malam aku makan bersama keluarga.
Sayang, ibu ku sakit sejak kemarin malam.
Memang rasanya kurang lengkap tanpa kehadirannya, tapi aku bisa mengerti.


Finally, aku ingin mengungkapkan rasa terima kasihku untuk semua orang yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun padaku hari ini.
Juga doa-doa mereka, semoga itu semua di dengar Tuhan.
Semoga, aku bisa jadi lebih baik.
Karena 'mereka' bilang tentang mengatur hidupku sendiri.
Kedewasaan, kesuksesan, dan kemandirian.
3 hal yang besar.
Akupun berharap dapat menggapainya......

Sabtu, 04 Juni 2011

Cerita Cinta yang Hebat

Sudah banyak buku, film, cerita, dan apa saja yang pernah aku dengar dan baca tentang cerita cinta.
Sebenarnya, aku agak tak suka membaca buku-buku fiksi seperti TeenLit atau apapun itu yang jenisnya 'mengarang indah'.
Aku kenal teenlit mungkin sejak aku SMP.
Sejak itu aku selalu mencari buku itu karena ceritanya bagus, mengenai kehidupan cinta tentunya.
Kebanyakan penulisnya menceritakan tentang anak SMA dengan latar belakang dan gaya hidup yang bagus.
Waktu itu pun (aku SMP) sangat tergiur dengan kehidupan anak SMA yang diceritakan dalam novel itu.
Mereka menceritakan dengan begitu seru, indah, dan bikin penasaran.
Aku pikir benar begitu anak SMA, tapi setelah sudah 3 tahun ada di SMA aku berubah pikiran.
Selama aku SMA, aku tak pernah merasakan yang namanya cinta di sekolah.
Pergaulanku juga tak seru seperti yang diceritakan di novel-novel itu.

Mulailah aku agak tak suka lagi membaca novel-novel seperti itu.
Aku anggap, itu omong kosong.

Mereka selalu menceritakan tokoh utamanya (yang kebanyakan cewek) adalah seorang cewek yang cantik. Sedangkan lawan mainnya kebanyakan adalah (cowok) yang kaya dan tampan.
Kalau tidak begitu, si cewek adalah dari kalangan biasa dan si cowok adalah kaya raya yang jatuh cinta pada si cewek dan mau menerima apa adanya dengan pengorbanan ini itu.
Pada jalan ceritanya selalu diceritakan keromantisan yang amat sangat. Yang mampu bikin kita para cewek klepek-klepek sangking kepenginnya.
Aku curiga, jangan-jangan yang selalu membuat novel atau film itu cewek ya?
Karena sepertinya isi dari novel atau film itu tau banget apa yang diinginkan cewek pada umumnya.
Ceritanya bener-bener 'so sweet'.

Tapi dalam kehidupan nyata ini, apa memang ada cerita cinta yang hebat seperti yang dibawakan dalam novel dan film itu?

Aku rasa peluang kejadiannya 0,0000000001 atau 1:10.000.000, mungkin agak lebay.
Tapi itu menurutku..
Apa ada seorang cowok yang mau mengorbankan harta kekayaan yang melimpah demi seorang gadis desa seperti di film Millioner First Love?
Atau seorang cowok yang mau bertanggung jawab dengan semangatnya ketika tahu sang cewek hamil saat mereka masih SMA dan kemudian sang cowok meninggal seperti di film Sky of Love?
Apa ada seorang cewek berangasan yang di taksir oleh 4 orang cowok sekaligus dan semuanya adalah cowok-cowok tampan nan kaya yang menjadi penguasa di sekolah masing-masing seperti di novel Ratu Premannya Teenlit?
Atau, apa ada cowok yang naksir sama cewek yang dekil dan lusuh sampai-sampai mendokumentasikan semua aktivitas si cewek dengan memfotonya dan menempelkannya di diary nya yang penuh foto seperti di film First Love A Little Thing Called Love?

Aku pikir itu tak ada yang nyata. I mean, around me....
Setiap orang pasri ingin mempunyai cinta yang sejati.
Mungkin begitu juga dengan 'Cerita Cinta yang Hebat'.
Namun, saat sepasang kekasih menjalin cinta pasti semua akan jadi berarti.
Mereka mengukir cerita mereka masing-masing dengan saat-saat tak terlupakan.
Tak perlu 'Cerita Cinta yang Hebat' untuk bahagia, cukup temukan cinta sejatimu yang akan kau jaga dan bahagiakan seumur hidupmu.....

Jumat, 03 Juni 2011

The History in May 2011

Bulan mMei tahun ini adalah bulan yang begitu berbeda.
Banyak moment-moment penting di bulan ini, juga banyak pelajaran berharga...

Di awal bulan Mei , hidupku tergoncang dengan masalah yang tak mengenakkan.
Baru saja menghela nafas karena bisa menghadapi UNAS, masalah baru datang menghampiri keluarga.
Hanya aku yang tahu, maka aku memutar otak untuk menyelesaikannya.
Aku sungguh tak habis pikir pada "si pembuat onar".
Dia sungguh tak punya malu, dia termasuk temanku. Tapi kenapa begitu busuk?

Kemudian, beberapa hari setelah itu pengumuman UNAS-pun menanti.
16 Mei , 14.30 pengumuman UNAS dikirim ke rumah.
17 Mei , 20.15 pengumuman SNMPTN undangan.
Kalau boleh jujur, sebenarnya aku tidak puas akan semua pengumuman itu.
Rasa kecewa melanda, terlebih ketika Undangan SNMPTN melayang begitu saja.

31 Mei 2011 
Ujian SNMPTN tulis harus aku jalani untuk meneruskan perjuanganku untuk masa depanku.
Pagi hari aku berangkat di antar ayah menuju Universitas Brawijaya melalui jalan Soekarno-Hatta yang sangat padat dan panjang.
15 menit sebelum masuk ruang ujian, aku sampai.
Perutku begitu sakit, mungkin karena aku terlalu gugup.
Akupun masuk ke fakultas MIPA gedung Kimia, aku berdiri di depan ruangan dan melihat sekitar.
Belum boleh masuk oleh para pengawas, aku pun menemukan seorang cewek sebayaku yang peserta SNMPTN juga tentunya.
Aku mengulurkan tanganku untuk berkenalan.
Namanya Jeje , dia datang dari Banyuwangi sebulan yang lalu.
Dia begitu santai, berbeda denganku yang gugup sampai perutpun mulas.

Pukul 07.30 kami memasuki ruangan yang berkursi 60 orang itu.
Panitia berjalan mengecek identitas dan lain sebagainya sampai akhirnya LJK dan soal dibagikan.
TPA di jam pertama membuatku cukup pusing. Karena 75 soal harus selesai dalam waktu 1 jam.
Istirahat 45 menit, kemudian masuk ruangan kembalii untuk mengerjakan soal Kemampuan Dasar: Matematika, Bahasa Indonesian, dan Bahasa Inggris.
1 jam untuk 60 soal pun berlalu dan rasanya sangat menyesakkan dada.

1 Juni 2011
Aku datang 1 jam sebelum ujian di mulai.
Aku menunggu di depan gedung dengan Jeje yang terlihat sangat santai, bahkan aku tahu dia tak belajar semalam dan jarang masuk les.
Setelah masuk ruangan yang di jaga oleh 5 orang orang pengawas ssetiap hari nya itu, aku selalu berdoa.
Mohon supaya Tuhan mau bermurah hati dan mengasihi aku yang benar-benar gugup dan hampir pesimis menghadapi ujian ini.
10 menit terakhir, aku melihat seorang cowok yang duduk di baris ke 3 dari depan itu menoleh pada seseorang di seberangnya.
Jarinya terlihat bergerak-gerak memberikan kode nomor untuk meminta jawaban.
Aku melirik seorang Bapak pengawas yang berdiri di sebelahku persis dan menatap ke depan.
Aku berpikir, "Apa dia melihat yang barusan terjadi tadi?"
Tapi dia diam saja, tak bergeming. Entah apa ia tahu atau tidak.

Sekilas ceritaku di bulan Mei yang begitu penuh dengan perjuangan dan penantian.
Sebentar aku berjuang, sesaat kemudian tiba masa penantian.
30 Juni 2011 pengumuman SNMPTN akan berlangsung.
Aku hanya meminta pada Tuhan agar bolehlah aku menjadi anak yang berhasil dan meringankan beban orang tua.
Aku sudah berkerja semampuku, sekarang Tuhan yang bekerja...

Senin, 23 Mei 2011

Mengapa Kau Mencintainya?

Cinta pertama..
Kata orang, cinta pertama itu sulit untuk dilupakan.
Dulu, aku pikir cinta pertama itu adalah orang yang pertama kali kita sukai.
Waktu SD pun aku juga sudah mulai suka sama seseorang.
Aku pikir itu adalah cinta pertamaku.
Ternyata aku salah, yang disebut cinta pertama adalah cinta kita yang kita berikan pada seseorang yang benar2 kita cintai dan telah menjadi milik kita.
Singkatnya : Pacar Pertama.

Ketika suatu waktu, seorang sahabat bertanya padaku.
"Apa yang kamu sukai dari dia?"
Aku sempat kaget mendengar pertanyaan ini.
Karena, saat itu kondisinya saat aku sedang 'sendiri'.
Siapa lagi yang dia maksud jika bukan Cinta Pertamaku?
Karena sahabatku itu mengerti betul kalau aku hanya 1 x punya pacar.

Maka aku menjawab,
"Ketika kamu di cintai oleh seseorang, kamu akan menemukan sisi lain dari kehidupannya.
Ia sungguh berbeda ketika berada di hadapan umum dan di hadapanku.
Dan jika dia di depanku, hanya aku yang tahu sisi lainnya itu.
Mungkin di luar, dia terlihat seperti orang yang sering diremehkan dan konyol.
Tapi aku bisa melihat sisi lain dari apa yang di pandang orang.
Hanya aku yang tahu wajahnya ketika ia merasakan cinta, bahkan orang tuanya pun takkan tahu tentang hal ini.
Hanya aku yang tahu sisi lembut dan kasih sayangnya dan takkan ada orang yang bisa memandang sisi ini kecuali aku.
Aku melihatnya berbeda, ada sesuatu yang kulihat yang tak bisa orang lain lihat."

Tapi entah yang ada dipikirannya tentang aku.
Setidaknya ia pernah ada dalam hidupku dan setidaknya aku pernah ada di dalam hidupnya.
Menggoreskan cerita cinta dan luka pedih yang mungkin terselip di antara kita.
Namun, luka itu aku yakin bukan karena sengaja ada di sana.
Tapi biarlah menjadi sebuah pelajaran dalam  perjalanan kehidupan.
Bukankah hidup itu tak mungkin selalu mulus tanpa kerikil-kerikil tajam?
Itulah yang membuat kita indah....

Rabu, 18 Mei 2011

Melepaskan 8 Hal dalam Hidup

1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.

Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.
Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.

2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”
Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.
Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia

3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!
Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.

4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.

Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.

5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan… selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.

6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.
Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.
Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.

7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.
Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.

8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.
Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.
Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.

Selasa, 17 Mei 2011

GAGAL

16 MEI 2011
Pengumuman kelulusan UNAS di kirim ke rumah masing2 siswa.
Pukul 14.30, seorang OB datang membawa surat kelulusanQ.
Dan....
AKU LULUS!

Ini sebenarnya bukan kejutan lagi.
Karena di koran2 tgl 15 Mei sudah dinyatakan demikian.
Juga guru2 di sekolahku, mereka bilang SMA 10 lulus 100%.

Soal nilai, aku gag terlalu memusingkan.
Dengan nilai akhir 8,3 (40% nilai skul + 60% nilai UAN) aku lulus.
Gag nyangka temen2ku banyak yang dapet rata2 segitu.
Padahal aku tau sendiri mereka pake kunci jawaban beli itu.
Tapi, it's ok. Itu jalan mereka, sedangkan aku lebih memilih mengerjakan sendiri dengan usahaku sendiri.

17 MEI 2011
Pengumuman SNMPTN undangan udah dibuka hari ini jam 7 malem, dari jadwal semula tanggal 18 Mei.
Hari ini juga jantungku deg2an setengah mati.
Takut kecewa dan takut gagal.
Berhubung modem Flexi ku pada eror semua, aku nyari nomer perdana baru dari jam 7 malem sampe jam 8 baru dapet tuh nomer.
Malem2 di bonceng ayah aku ke sana ke mari nyari nomer yang depannya 8.
Singkatnya, aku online di rumah.
Aku langsung bukak www.snmptn.ac.id
Aku masukin nomer pendaftaranku 4110047132
Masukin tanggal lahir bla bla bla.
Enter, masuk, tampilah hasil di layar monitorku:

Hasil Seleksi Untuk Nomer Pendaftaran 4110047132

Nomer Pendaftaran 4110047132
Nama Siswa ROSSALIA AGATA SARI
Asal Sekolah SMAN 10 MALANG
Kelas 12.2
Hasil Seleksi Tidak Lulus Seleksi

Maaf, Anda belum berhasil dalam SNMPTN Jalur Undangan 2011

 Shock!

Itu yang ada di dalam diriku saat itu.
Sedih, kecewa, takut, semua jadi satu.
Aku GAGAL, aku gag masuk undangan.
Rasanya gag percaya.
Terjadi ranking 2 pararel tahun ini di SMAN 10 Malang gag njamin aku buat masuk di undangan.
Aku pikir, mungkin banyak orang yang jauh lebih baik daripada aku.
Atau karena sekolahku yang gag termasuk favorit?
Entah.
Tapi yang jelas, hari ini aku harus mulai belajar lebih keras lagi.
Karena Ujian Tulis 31 Mei-1 Juni mau gag mau harus aku jalani.
Tuhan, aku mohon berpihaklah padaku :'( 

Jumat, 06 Mei 2011

Not With Me

'm waking up from my summer dreams again
try to thinking if you're alright
then i'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way

Life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still i know you're still here by my side

Yeah... you're made me so alive,
you give the best for me...
love and fantasy
yeah...
and i never feel so lonely,
coz you're always here with me... yeah...
always here with me

I'm waking up from my summer dreams again
try to thinking if you're alright
then i'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

Lagu ini pertama kali aku denger 2 hari yang lalu.
Waktu tu aku lagi ikut intensif, n diputerin lagu ini.
Waktu ndenger reff nya, rasanya aku tersentuh :')
"I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way"                                                          -BONDAN-

Jumat, 22 April 2011

Berhentilah...

Sebuah arti pertemanan.
Ketika kau berteman dengan seseorang, mungkin kalian akan akrab dengan mudahnya.
Kemudian menjadi sahabat.
Di saat seperti ini begitu mudahnya bercanda ria, tertawa, dan membantu mereka.

Namun siapa sangka, di saat ada masalah teman yang begitu baik berbalik 180 derajat menjadi orang yang memusuhi kita.

Aku,
berkali-kali kecewa dengan persahabatan.
Termasuk pertemanan.
Bagiku, hal itu terlalu rapuh untuk disentuh.
Begitu mudah dibangun dan begitu mudah untuk dihancurkan.

Aku mendapatkannya, suasana berbeda dengan berbagai macam orang, berbagai macam umur yang bertaut jauh, dan berbagai macam dengan kepribadian yang berbeda lainnya.
Aku senang berada di sana, melebihi saat aku bersama teman2 sekolahku.

Aku....
hanya merindukan mereka.
Orang2 yang dulu pernah membuatku senang dan tertawa, sekarang menjadi hal-hal pahit yang harus aku alami.

Mereka menjadi keterbatasan ruang gerakku, karena (mungkin) sekelebat masalah pribadi yang tidak bisa mereka pisahkan dengan diriku.
Mereka jauh berbeda umur denganku.
Mereka 25 aku 17.Mereka 30 aku 17.

Tapi apa peduli mereka?
Yang mereka ingat hanya masalah di masa lampau, kesalahan di masa lampau, dan perseteruan di masa lampau.

Teman...
sungguh, aku ingin kita kembali seperti dulu.
Berhentilah untuk mengacuhkan aku, berhentilah untuk berpura-pura tidak melihatku.

Hatiku sakit mengingat semua ini.
Kebaikan di masa lampau tidak pernah mereka ingat.
Mereka hanya mengingat kebencian yang harus mereka lampiaskan padaku.

Aku tahu, mereka mungkin tertawa di belakangku.
Aku tahu, mereka tak pernah menganggapku.
Aku tahu, aku tak ada artinya bagi mereka.
Semua hal yang telah aku lakukan, tidak berarti apa-apa.

Aku mohon, berhentilah....

Sabtu, 02 April 2011

Perjalanan Pendidikan

Proses..

Kata itu akan selalu ada di setiap jalan kehidupan.
Apapun yang kita lakukan, pasti semuanya mengalami suatu proses.
Proses berpengaruh banyak pada 'menjadi seperti apa' orang itu kelak.
Proses juga mempengaruhi cara hidup dan banyak hall lainnya.

Saat ini, adalah hal yang paling terasa prosesnya dalam hidupku.
Dari satu aspek, yaitu sekolah.
Kelas 3 SMA saat ini benar-benar menguras banyak tenaga, pikiran, dan waktu.
Mungkin juga menghabiskan banyak uang :p

Selama 12 tahun aku sekolah, boleh di bilang baru SMA ini adalah waktu yang begitu membanggakan.
Meskipun hanya sekedar prestasi, tapi aku bersyukur boleh merasakannya di ujung tahun aku sekolah.
Mungkin akan terasa berbeda seperti orang pintar lainnya.
Aku hanya tidak terbiasa.
Kedengarannya mungkin sombong, tapi ini hanya ungkapan isi hati.

Aku butuh proses mencapai titik ini.
Tidak seperti temanku Visi yang dari SD udah keliatan kecerdasannya.
Sampe SMA pun selalu jadi juara di sekolah.
Gag cuma pelajaran aja, di bidang seni pun dia jugag jago.
Jarang banget ada orang yang bisa menguasai semua bidang.
Tapi dia tetep gag sombong.

Beda denganku.
Kalau  memgingat masa SD yang bagai neraka itu, aku sama sekali gag ada apa-apanya.
Di antara teman-teman keturunan Cina itu, aku bener-bener merasa asing di negeriku sendiri.
Mereka mendominasi dan menguasai segalanya.

Setiap pagi waktu pelajaran Matematika, aku selalu jadi murid pertama yang di panggil guruku untuk maju ke depan mengerjakan soal.
Bukaan.. Bukan karena aku pintat tapi karna kebalikannya GAG BISA!

Selama SD selalu seperti itu.
Tapi untungnya kelas 6 menjelang UNAS nasibku berubah menjadi lebih baik dan otakku bisa di ajak kerjasama.
Aku berhasil lulus dengan rata-rata 8 lebih.

SMP masuk di SMP favorit ke 2 di kota Malang.
Rasanya biasa aja, agak bangga sih, cuman ya gitu.
Posisinya agak tengah ke bawah gitu.
Selama SMP aku BIASA banget, landai-landai aja.
Bahkan tiap ulangan remidi dan itu terasa wajar-wajar saja.
Menjelang UNAS SMP nasib kembali lagi padaku dan aku lulus dengan rata-rata 8 lebih (lagi).

SMA, ayahku memilihkanku sekolah yang deket banget ma rumah.
Dengan berbagai iming-imingnya aku menurut.
Kata ayah, lebih baik aku ada di sekolah yang tidak terlalu berat saingannya.
Jadi aku bisa berusaha lebih baik.

Ternyata benar.
Walaupun di kelas 1 aku bener-bener hancur gara-gara kurikulum Cambridge IGCSE, tapi setelah aku kelas 2 dan masuk IPS, semuanya berubah.
Rasanya seperti mimpi ketika akhir semester 2 menjelang kenaikan ke kelas 3, batinku bener-bener hancur karena baruu aja putus.
Tapi hasil raportku di luar dugaan -Juara 1 pararel-
Seumur-umur gag pernah juara, saat itu tiba-tiba juara 1 pararel.
Aku seneng banget, dan semenjak itu aku lebih rajin belajar.
Keinginan jadi yang terbaik selalu ada di benakku.

Itulah bedanya, aku membutuhkan proses panjang dengan cara berjuang.
Jadi kadang mungkin aku kelihatan sombong , tapi jujur di dalam hati aku juga gag pengen seperti itu.

Dan sebentar lagi adalah saat terpenting dalam hidupku.
UNAS 2011 udah di depan mata.
Dan ini adalah kesempatan terakhirku untuk membuktikan kemampuanku.
Semoga Tuhan berkehendak dan memberkati aku.
Amin..