Pergi , Satu Lagi….
Tersentak aku melihat deretan tulisan yang tak pernah ku duga sebelumnya
Setengah tak percaya, aku tak berani menatapnya lebih lama
Sontak sekujur tubuhku bergidik dan jantungku berdegup kencang
Aku tak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu, aku sedang shock
Aku melihatnya, tapi aku berusaha menguasai diriku
Beberapa waktu kemudian aku mencoba mengalihkan pikiranku
Menganggap hal itu bukan apa-apa, aku berharap aku baik-baik saja
Detik selanjutnya, perasaanku kalut, pikiranku gelap
Mendung itu datang lagi rupanya
Aku pikir aku bisa mempertahankan sinarnya sedikit lebih lama
Walaupun aku tahu aku takkan tahan menahan sinarnya yang terlalu terik
Tapi aku benci ketika harus melihat mendung itu datang
Sejenak aku terseret ke masa lalu
Aku ingat, sinarnya datang sejak beberapa tahun yang lalu
Selama itu aku tak pernah menghiraukannya
Aku mengganggap bahwa dia akan terus berada di sana untuk menyinari aku
Aku tak pernah menyadari keberadaannya
Yang aku mau hanya sinarnya, ya SINARnya saja!
Aku tahu aku egois, tapi aku tak akan bertahan lama jika berada di dekatnya
Aku risih dengan teriknya yang kadang membuat ‘setengah rambutku berbau matahari’
Kini, sinar itu tak ada lagi
Hariku sedikit meredup, bukannya karena sinarnya berkurang
Tapi tak ada sama sekali
Sinarnya telah mati!
Aku pergi ke ujung jalan yang sepi
Merenungi kegelapanku yang berselimut kesedihan
Di sana aku mengulang kembali apa yang telah ia “ajarkan” padaku
Yang aku ingat semua sinar dan kebaikkannya padaku
Hanya saja aku tak menyangka
Beberapa waktu lalu ia ada dengan sinarnya
Namun tanpa aku sadari setengah dari sinar itu telah lenyap
Ia tak lagi ada di sana, sinar itu telah berpindah pada orang lain
Ketika aku menyadari keadaan itu
Aku merasa jadi bahan tertawaan
Aku merasa semua itu hanya komedi murahan
Dia hanya ingin menertawakan aku dan menari di atas ketidaktahuanku
“Salahku memang
Aku tak pernah menganggapmu ada dalam hari-hariku
Tapi memang aku yang tak mau membuatmu merasa ada dalam hidupku
Karena aku tak bisa menerima terikmu dan menyimpan semua hangatmu
Sekarang yang harus aku lakukan hanya satu
Bagaimanapun juga sejak awal aku tak pernah mau menganggapmu
Aku hanya ingin sinarmu, bukan dirimu
Dan sekarang aku akan melupakan semuanya
Memang baru dirimu yang begitu terik di mataku
Namun bukan dirimu yang terindah
Dirimu hanya sebatas kiasan
Bukan untuk di sanjung dan di kenang
Namun semua cerita ini akan terukir
Bukan sebagai suatu hal yang istimewa
Hanya karna kamu pernah memberikan warna berbeda dalam hidupku
Terima kasih untuk semuanya :) “