Ketika kau berteman dengan seseorang, mungkin kalian akan akrab dengan mudahnya.
Kemudian menjadi sahabat.
Di saat seperti ini begitu mudahnya bercanda ria, tertawa, dan membantu mereka.
Namun siapa sangka, di saat ada masalah teman yang begitu baik berbalik 180 derajat menjadi orang yang memusuhi kita.
Aku,
berkali-kali kecewa dengan persahabatan.
Termasuk pertemanan.
Bagiku, hal itu terlalu rapuh untuk disentuh.
Begitu mudah dibangun dan begitu mudah untuk dihancurkan.
Aku mendapatkannya, suasana berbeda dengan berbagai macam orang, berbagai macam umur yang bertaut jauh, dan berbagai macam dengan kepribadian yang berbeda lainnya.
Aku senang berada di sana, melebihi saat aku bersama teman2 sekolahku.
Aku....
hanya merindukan mereka.
Orang2 yang dulu pernah membuatku senang dan tertawa, sekarang menjadi hal-hal pahit yang harus aku alami.
Mereka menjadi keterbatasan ruang gerakku, karena (mungkin) sekelebat masalah pribadi yang tidak bisa mereka pisahkan dengan diriku.
Mereka jauh berbeda umur denganku.
Mereka 25 aku 17.Mereka 30 aku 17.
Tapi apa peduli mereka?
Yang mereka ingat hanya masalah di masa lampau, kesalahan di masa lampau, dan perseteruan di masa lampau.
Teman...
sungguh, aku ingin kita kembali seperti dulu.
Berhentilah untuk mengacuhkan aku, berhentilah untuk berpura-pura tidak melihatku.
Hatiku sakit mengingat semua ini.
Kebaikan di masa lampau tidak pernah mereka ingat.
Mereka hanya mengingat kebencian yang harus mereka lampiaskan padaku.
Aku tahu, mereka mungkin tertawa di belakangku.
Aku tahu, mereka tak pernah menganggapku.
Aku tahu, aku tak ada artinya bagi mereka.
Semua hal yang telah aku lakukan, tidak berarti apa-apa.
Aku mohon, berhentilah....