Pernah mendengar sebutan "Jodoh di Tangan Tuhan" ?
Itu begitu klasik,
dimana setiap orang yang dalam masa penantian 'dikuatkan' oleh ungkapan itu.
Betapa tidak?
Mereka benar-benar menunggu kapan datangnya sang jodoh,
lalu kemudian di tengah keletihannya seorang yang lain berusaha membesarkan hatinya.
Katanya, "Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu" atau "Mungkin belum waktunya".
Aku membayangkannya,
seperti kronologis datangnya kabut tak tertembus.
Kabut yang tipis bagai kepercayaan kita akan harapan.
Dan tak tertembus bagaikan harapan yang tak kunjung datang dan tak terlihat.
______________________________________________________________________________
Ia datang entah darimana, entah mengapa, entah bagaiamana
dan...
Entah siapa...
Kami mendoakannya berhari-hari,
jauh sebelum kami bertemu dengannya.
Bahwa kami tidak mengenalnya, jauh dari jangkauan indra kami.
Kami tak tahu siapa dan dimana, tapi kami tahu ia ada.
Ia ada bukan karena tanpa alasan.
Setahu kami DIA mengadakan bagi setiap orang.
Dan setahu kami, apa yang diadakannya itu begitu indah didengar.
Janji indah ada dalam setiap penguatan kami.
Seperti sesuatu hal yang tak akan tak pernah ada.
Seperti suatu hal yang pasti namun berkabut, buram.
Namun, kami tahu, saat ini yang kami perlukan adalah tetap percaya.
Percaya bahwa DIA baik dan mempersiapkan semuanya, percaya bahwa ia ada.
Kami membayangkannya demikian,
suatu hari tanpa kami ketahui kapan,
kami menyusuri hutan di bawah rerimbunan pohon.
Hutan yang lembab dan rimbun, membuat semuanya nampak gelap dan kabur.
Kami bertemu seseorang di sana, ia mengatakan bahwa kami akan bertemu dengan seseorang yang akan menghantarkan kami pada tempat yang indah.
Kamipun dengan setia dan sabar menyusuri berkilo-kilo jauhnya jalanan hutan.
Kami bertemu beberapa orang selama perjalanan, namun kami merasa itu bukan orang yang dimaksudkan, orang yang mengantarkan kami ke tempat yang indah.
Entah bagaimana,
kami melihat sebuah tempat yang tertembus berkas cahaya matahari.
Itu nampak indah, dan kami menghampirinya.
Di sana, kami bertemu dengan seseorang yang terlihat bijak dan menghalau kami dengan lembut.
Entah bagaimana pula, mereka seperti mengenal kami, tanpa pertemuan yang panjang.
Dan, merekalah yang membawa kami ke tempat yang indah, seperti yang dijanjikan seseorang di awal perjalanan kami....