Me and You Are

Me and You Are
My Life

Jumat, 20 Januari 2012

Pergi , Satu Lagi….


Pergi , Satu Lagi….

Tersentak aku melihat deretan tulisan yang tak pernah ku duga sebelumnya
Setengah tak percaya, aku tak berani menatapnya lebih lama
Sontak sekujur tubuhku bergidik dan jantungku berdegup kencang
Aku tak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu, aku sedang shock
            Aku melihatnya, tapi aku berusaha menguasai diriku
            Beberapa waktu kemudian aku mencoba mengalihkan pikiranku
            Menganggap hal itu bukan apa-apa, aku berharap aku baik-baik saja
            Detik selanjutnya, perasaanku kalut, pikiranku gelap
Mendung itu datang lagi rupanya
Aku pikir aku bisa mempertahankan sinarnya sedikit lebih lama
Walaupun aku tahu aku takkan tahan menahan sinarnya yang terlalu terik
Tapi aku benci ketika harus melihat mendung itu datang
            Sejenak aku terseret ke masa lalu
            Aku ingat, sinarnya datang sejak beberapa tahun yang lalu
            Selama itu aku tak pernah menghiraukannya
            Aku mengganggap bahwa dia akan terus berada di sana untuk menyinari aku
Aku tak pernah menyadari keberadaannya
Yang aku mau hanya sinarnya, ya SINARnya saja!
Aku tahu aku egois, tapi aku tak akan bertahan lama jika berada di dekatnya
Aku risih dengan teriknya yang kadang membuat ‘setengah rambutku berbau matahari’
            Kini, sinar itu tak ada lagi
            Hariku sedikit meredup, bukannya karena sinarnya berkurang
            Tapi tak ada sama sekali
            Sinarnya telah mati!
Aku pergi ke ujung jalan yang sepi
Merenungi kegelapanku yang berselimut kesedihan
Di sana aku mengulang kembali apa yang telah ia “ajarkan” padaku
Yang aku ingat semua sinar dan kebaikkannya padaku
            Hanya saja aku tak menyangka
            Beberapa waktu lalu ia ada dengan sinarnya
            Namun tanpa aku sadari setengah dari sinar itu telah lenyap
            Ia tak lagi ada di sana, sinar itu telah berpindah pada orang lain
Ketika aku menyadari keadaan itu
Aku merasa jadi bahan tertawaan
Aku merasa semua itu hanya komedi murahan
Dia hanya ingin menertawakan aku dan menari di atas ketidaktahuanku

“Salahku memang
Aku tak pernah menganggapmu ada dalam hari-hariku
Tapi memang aku yang tak mau membuatmu merasa ada dalam hidupku
Karena aku tak bisa menerima terikmu dan menyimpan semua hangatmu
Sekarang yang harus aku lakukan hanya satu
Bagaimanapun juga sejak awal aku tak pernah mau menganggapmu
Aku hanya ingin sinarmu, bukan dirimu
Dan sekarang aku akan melupakan semuanya
Memang baru dirimu yang begitu terik di mataku
Namun bukan dirimu yang terindah
Dirimu hanya sebatas kiasan
Bukan untuk di sanjung dan di kenang
            Namun semua cerita ini akan terukir
            Bukan sebagai suatu hal yang istimewa
            Hanya karna kamu pernah memberikan warna berbeda dalam hidupku
            Terima kasih untuk semuanya :) “

Tidak ada komentar: