Me and You Are

Me and You Are
My Life

Selasa, 12 Juni 2012

Menjadi Dewasa dan Lupa

Ketika kita lahir di dunia ini, kita bukan apa-apa.
Hanya bisa menangis, berteriak, dan menangis lagi.
Bapak ibumulah yang merawatmu, menyuapi makananmu, memberimu air susu agar kamu cepat besar.

Dalam buaian ibu, ibu selalu membisikkan, "Cepat besar anakku, besok besar jadi dokter"
Ia tersenyum hangat, melontarkan kata-kata yang kemudian menjadi doa.
Seakan-akan kita dapat mendengar dan mengerti kata-katanya.
Kita masih bodoh kala itu, berbicara saja tidak bisa.

Dengan tangan lembut dan kasih sayangnya, mulailah kita dapat berjalan.
Berjalan, bicara, menggenggam tangannya dengan jari-jari kecil kita.
Tapi kita tak pernah berhenti merepotkannya.
Kita belum bisa makan sendiri, mandi sendiri, bahkan untuk memakai pakaianpun belum bisa.

Tapi mereka selalu ada,
ayah mengajarkanmu kuat ketika kamu terjatuh.
"Jangan cengeng!" begitu katanya.
Sedangkan ibu yang membasuh air matamu dengan tangannya.

Ayah yang mengajarkan rasa hormat kepadamu.
Ibu yang mengajarkan kasih sayang kepadamu.

Ketika kita beranjak dewasapun, belum bisa kita membahagiakan mereka.
Tak pernah berhenti menguras pikiran mereka, perasaan mereka, dompet mereka, dan emosi mereka.
Tapi kita berlagak seolah-olah mereka akan terus menuruti semua keinginan kita.
Kenapa?
Karna mereka akan selalu ada bagi kita, begitu pikiran kita.

Kadang kita berpikir,
ketika kita dewasa nanti, kita berjanji akan membahagiakan mereka.
Dengan apa?
Dengan uang.

Ketika sudah dewasa, kita sudah bekerja,
ingin sekali membahagiakan mereka dengan barang-barang yang bisa terbeli dengan uang.
Kita berpikir demikian, padahal tak semudah itu menjadi orang sukses.

Namun, apa yang kita lakukan.
Sebelum dewasa, ketika kita bertemu dengan orang lain yang kita cintai,
mulailah kita menyingkirkan mereka dari prioritas kita.

Bergantilah dengan dia, seorang lain yang kelak kau kira akan menjadi pendamping hidupmu.
Waktumu kau habiskan dengan dia.
Uangmu kau bagi dengan dia.
Cintamu kau habiskan padanya.
Segala usahamu kau berikan untuknya.

Lalu,
dimana bagian untuk orang tua mu?
Apakah dia sang calon pendamping lebih dari orang tua mu?
Apakah dia yang selalu berada di sampingmu seumur hidupmu?

Semua berbeda, semua sudah tak sama dengan kehadiran orang lain itu.

Dimana janji kita dan impian kita untuk membahagiakan mereka?

Menjadi orang tua,
memelihara bayi kecil dan merepotkan hingga menjadi dewasa.
Setelah dewasa, sang anak pergi kepada orang lain untuk melanjutkan hidupnya.
Lalu, mereka meninggalkan orang tua mereka untuk bersatu dengan pasangannya.
Begitukah?

Senin, 11 Juni 2012

Malaikat Tanpa Sayapku


Kata orang, suatu waktu kita dipertemukan oleh orang yang salah agar ketika kita bertemu dengan orang yang benar kita tidak melakukan kesalahan
Tapi bagaimana jika kita merasa benar dengan orang yang salah itu?

Suatu waktu aku bertemu dengan orang yang ‘salah’.
Tapi aku tak pernah menyadarinya.
Karena apa?
Karena aku tak tahu jika ia orang itu salah hingga aku benar-benar tak melihatnya.

Hal yang menyakitkan ketika aku tak mampu melihatnya lagi
Namun ia nampak seperti keajaiban kecil di tengah gersang

Dia yang mengajarkan aku untuk berani menggantungkan harapan
Dia yang mampu mengajarkan aku untuk membuat orang lain tertawa
Dia yang mampu melengkapiku
Dia yang terkadang membuat aku sadar dalam diamku

Aku dan dia, berbeda
Jauh berbeda
Kehidupan, sifat, pemikiran, bahkan perasaan

Tapi biarkan malaikat tanpa sayap itu terbang
Aku membiarkannya berlari menjauh dariku
Biarkan ia mencari sayapnya yang patah
Atau mungkin yang pernah aku patahkan

Aku membiarkan dia berlari
Mencari kepingan-kepingan bulunya yang tercecer
Melihatnya dari jarak yang jauh, di sini

Takutku menyentuhmu kembali
Karna aku tahu,
Aku begitu rapuh
Dan
Begitu juga kau nampaknya

Kamis, 08 Maret 2012

Masa Kecil di Tahun 90-an

Akhir-akhir ini sedang di banggakan masa kecil kami -anak yang lahir di jaman 90an- yang membandingkan diri dengan anak-anak yang lahirnya tahun 2000an.
Aku dan teman-teman mencoba flasback tentang kehidupan masa kecil kami yang jauh dengan pergaulan anak jaman sekarang.

Waktu aku TK n SD,
mainanku adalah lompat tali, jumprit singit, bekel, congklak/ dakon, sepedaan ma temen-temen di sore hari.
Main monopoli, ular tangga, atau kartu hologram n yg kalah di coret bedak.
Atau yang ortunya rada tajir mbeliin anaknya Game Boy atau nintendo ajah dah luar biasa.
Berbeda dengan anak SD zaman sekarang yang kebanyakan udah pegang HP, kalo jalan pulang sekolah ma nunduk mantengin HP. Nyampe rumah ngadep komputer langsung ngegame.
Parahnya kalo udah kena game online, pasti lupa waktu, kebanyakan main di warnet.
Belum lagi kalo ortunya tajir, mainannya pasti yang seharga 1 laptop, atau dibeliin i-pad atau galaxy tab.
Kasian banget, mereka ga ngrasain yang namanya lari, cepet-cepatan 'nekong', atau ngrasain menggenggam biji-biji dakon yang mau gag mau mang masih kudu mikir biar menang.

Soal tontonan,
dulu tontonanku waktu kecil ada film kartun Doraemon yang sampe sekarang masih ada, trus Sinchan, Sailor moon, Dragon Ball, Chibi Maruko Chan (hahhahaa, bukan Cherrybelle).
Paling nggag gag separah anak sekarang yang di sajiin tontonan SINETRON yang isinya penuh dengan caci maki dan mata yang melotot beserta mulu manyun di peran antagonisnya.
Trus parahnya, level tontonannya udah selevel Breaking Dawn yang telah diketahui bahwa itu penuh dengan adegan orang dewasa.
Kasian, tontonan mereka udah gag mendidik dan membuat mereka 'dewasa sebelum waktunya'. Mereka gag bisa merasakan yang namanya imajinasi melalui kartun-kartun lucu yang paling ngga ga mendidik mereka untuk berkata-kata kotor.

Soal makanan,
ntah apa yang dimakan anak SD jaman skarang.
Jajanan mereka mungkin sama kayak cilok, batagor, es lilin, dll.
Tapi kasian, mereka ga ngrasain yang namanya jajanan mie anak mas, permen jagoan neon, es wawan, krip-krip, n makanan lainnya yang udah musnah di jaman sekarang ini.
Tinggal wafer supermen yang masih ada di jaman sekarang. Itu pun rasanya udah ga seenak dulu.

Nah, ini dia yang paling parah.
Yaitu soal LAGU.
Dulu lagu ku waktu kecil yang paling aku suka adalah lagunya Tasya - Libur telah tiba...
Kalo gag lagu anak-anak lain yang mang banyak pada masa itu.
Kayak Agnes Monica - Tralala Trilili, Bondan - Si Lumba-lumba, Ciquita Meidy, Joshua, Trio Kwek-kwek, dkk....
Lagunya kayak kodok ngorek, balonku ada 5, pelangi-pelangi, lihat kebunku, bang bing bung, nyamuk-nyamuk nakalnya Eno Lerian, n semut-semut kecilnya Melisa...
Beda ma anak-anak sekarang yang GAG PUNYA lagu anak-anak. Mereka taunya lagu Cherrybelle "Tuhan tolong aku..... really-really love you bla bla bla" atau lagunya ST12, "Sudah ku bilang, hapus airmata, bla bla bla...."
Kasian banget yah mereka, taunya lagu cinta-cintaan yang mereka sendiri gag tauu artinya apaan.
Akibatnya, masih SD udah pacaran. Ujung-ujungnya bertambahlah populasi MANUSIA GALAU di muka bumi ini....

Bersyukurlah bagi yang lahir di masa tahuh 1990-an, karna ternyata kita generasi terakhir yang mungkin merasakan bahagianya masa kecil kita yang menurut porsi kita yang sebenarnya.
Anak zaman skarang pada gaya BB-an, bawa laptop kemana-mana, pake mobil bokap buat gaya, pake lipstik, n minum2 biar maco...
Kasian mereka, bener-bener kasian...

Jumat, 20 Januari 2012

Pergi , Satu Lagi….


Pergi , Satu Lagi….

Tersentak aku melihat deretan tulisan yang tak pernah ku duga sebelumnya
Setengah tak percaya, aku tak berani menatapnya lebih lama
Sontak sekujur tubuhku bergidik dan jantungku berdegup kencang
Aku tak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu, aku sedang shock
            Aku melihatnya, tapi aku berusaha menguasai diriku
            Beberapa waktu kemudian aku mencoba mengalihkan pikiranku
            Menganggap hal itu bukan apa-apa, aku berharap aku baik-baik saja
            Detik selanjutnya, perasaanku kalut, pikiranku gelap
Mendung itu datang lagi rupanya
Aku pikir aku bisa mempertahankan sinarnya sedikit lebih lama
Walaupun aku tahu aku takkan tahan menahan sinarnya yang terlalu terik
Tapi aku benci ketika harus melihat mendung itu datang
            Sejenak aku terseret ke masa lalu
            Aku ingat, sinarnya datang sejak beberapa tahun yang lalu
            Selama itu aku tak pernah menghiraukannya
            Aku mengganggap bahwa dia akan terus berada di sana untuk menyinari aku
Aku tak pernah menyadari keberadaannya
Yang aku mau hanya sinarnya, ya SINARnya saja!
Aku tahu aku egois, tapi aku tak akan bertahan lama jika berada di dekatnya
Aku risih dengan teriknya yang kadang membuat ‘setengah rambutku berbau matahari’
            Kini, sinar itu tak ada lagi
            Hariku sedikit meredup, bukannya karena sinarnya berkurang
            Tapi tak ada sama sekali
            Sinarnya telah mati!
Aku pergi ke ujung jalan yang sepi
Merenungi kegelapanku yang berselimut kesedihan
Di sana aku mengulang kembali apa yang telah ia “ajarkan” padaku
Yang aku ingat semua sinar dan kebaikkannya padaku
            Hanya saja aku tak menyangka
            Beberapa waktu lalu ia ada dengan sinarnya
            Namun tanpa aku sadari setengah dari sinar itu telah lenyap
            Ia tak lagi ada di sana, sinar itu telah berpindah pada orang lain
Ketika aku menyadari keadaan itu
Aku merasa jadi bahan tertawaan
Aku merasa semua itu hanya komedi murahan
Dia hanya ingin menertawakan aku dan menari di atas ketidaktahuanku

“Salahku memang
Aku tak pernah menganggapmu ada dalam hari-hariku
Tapi memang aku yang tak mau membuatmu merasa ada dalam hidupku
Karena aku tak bisa menerima terikmu dan menyimpan semua hangatmu
Sekarang yang harus aku lakukan hanya satu
Bagaimanapun juga sejak awal aku tak pernah mau menganggapmu
Aku hanya ingin sinarmu, bukan dirimu
Dan sekarang aku akan melupakan semuanya
Memang baru dirimu yang begitu terik di mataku
Namun bukan dirimu yang terindah
Dirimu hanya sebatas kiasan
Bukan untuk di sanjung dan di kenang
            Namun semua cerita ini akan terukir
            Bukan sebagai suatu hal yang istimewa
            Hanya karna kamu pernah memberikan warna berbeda dalam hidupku
            Terima kasih untuk semuanya :) “

Selasa, 03 Januari 2012

Cerita Sepanjang 2011 (Part 1)


Januari 2011
Awal tahun ku ini dengan sangat terpaksa mengikuti acara keluarga di Peniwen
Di sebuah desa, tempat tinggal asal teman segereja ayahku
Yang paling menyebalkan adalah:
Malam tahun baru di desa adalah kebodohan karena di sana SEPI sekali dan jika malam tiba kami harus tidur

Di bulan ini aku harus mulai bergelut dengan Try Out di sekolah untuk memantabkan langkah ku menuju UNAS.
Intinya bener2 niat sekolah demi bisa keluar dari sekolah yang menyesakkan itu.
Apalagi yang membuat aku bertahan kalau bukan karena prestasi...



Mbak Lucien, PapiQ, MamiQ, n Me!

Februari 2011
Tak banyak yang aku ingat, tapi yang paling berkesan adalah BALI!
Yeah, Bali!
Aku wisata ke sana dengan keluargaku, berempat plus Mas Gading.
Ini pertama kalinya, dan aku sangat terkesan dengan budaya nya.
Bukan terkesan dengan objek wisatanya, karena aku bosan objeknya pantai2 mulu.....
Lebih menyenangkan lagi, brangkat ke sana tanggal 13 Februari.
Jadi keesokan harinya saat 14 Februari, aku tak perlu meratapi kesepianku karena "kejombloan" yang tak kunjung usai....
My single valentine in Bali, hahahhaa....


April 2011
Disinilah perjalanan menuju "Dunia Luar" di mulai.
Aku mulai menghadapi UNAS untuk 4 hari ke depan, dimulai hari Senin, 18 April 2011.
Banyak godaan yang datang, tapi yang paling miris adalah melihat teman2ku semua membeli "Kunci Jawaban UNAS".
Setelah UNAS usai, aku dan siswa kristen di sekolah berkunjung ke rumah panti Jompo di dekat kebun teh Wonosari.
Seneng di sana bisa menghibur mereka opa oma yang tua dan kesepian.
Pengalaman baru, pengetahuan baru.
Ternyata di sana mereka bukan orang tua biasa, maksudku dengan "kelainannya" dengan opa oma lainnya.
Mereka ada yang membutuhkan penanganan khusus dan penyembuhan dari penyakit mereka yang kebanyakan berupa stres.



Mei 2011
Di toko kain batik, Madura
Mei 2011, what is the spesial moment there??
hhmmmm, yang aku ingat hari Minggu, 8 Mei 2011 pergi ke Ngoro deket Surabaya.
Surabaya selatan khususnya.

Pergi bersama rombongan untuk melepas seorang Pendeta dari gerejaku.
Nothing spesial, hanya setelah itu mampir ke jembatan Suramadu (untuk yang kedua kalinya).

Selain Madura, pengalaman baru lagi.

Baksos di bantaran kalii Brantas, Mergosono.
Di sana ada sekumpulan anak-anak yang kurang mampu dan hidupnya dekat dengan TPA.
Di sana aku dan teman-teman gerejaku mengajak mereka bermain, belajar membaca, membagikan sedikit kebutuhan sehari-hari.
Yang paling berkesan saat mereka menyeret kami ke arah kali yang penuh dengan lumpur, setelah itu menuju TPA yang ampun baunya bikin aku mual.
Tapi kami berusaha terlihat baik-baik saja agar mereka juga senang.

Setelah menunggu kurang lebih 1 bulan, pengumuman UNAS ku pun keluar (Senin, 16 Mei 2011)
Dan Puji Tuhan, aku LULUS.
Hanya saja yang aneh adalah cara pengumumannya.
Bukan kami sebagai siswa atau orang tua wali murid yang datang mengambil hasil pengumuman
Tapi para "kurir" datang ke rumah kami masing-masing dan menunggu mereka datang sangat amat LAMA.
Percayalah, rasa deg-deg an itu sangat menyiksa.
Bahkan ada temanku yang tak kunjung dapat hingga besoknya.
Nilai yang tertera di surat kelulusan itu cukup memuaskan: 8,3
Nilai itu adalah nilai rata2 dari hasil UNAS dan nilai dari sekolah.
Terharu, pasti. Namun, rasanya kurang puas.....
Bagian ini yang menyedihkan.
2 hari setelah itu, tepatnya hari Rabu, 18 Mei 2011.
Pengumuman SNMPTN Undangan bisa dilihat secara online.
Dan ketika aku tahu aku tak diterima di jalur undangan itu, aku menangis sejadi-jadinya.
Aku yang sangat optimis akan diterima, harus menerima kenyataan bahwa aku tak diterima.
Bayangan buruk tentang SNMPTN tulis pun merasuki pikiranku dengan begitu jahatnya.
Akuu takut menghadapinya.
Tapi kedua orang tua ku selalu menyemangati ku agar aku tak putus asa.
Tak ada jalan lain, aku harus melangkah ke SNMPTN jalur ujian tulis.



Juni 2011
Beberapa minggu kemudian, hari Minggu 5 Juni 2011, Wisuda pun diselenggarakan untuk melepas kami para siswa "angkatan reguler terakhir" dalam sejarah SMAN 10 Malang.
Cukup mewah, acara bertempat di Hotel Santika bersama dengan 300 lebih siswa.
Kami semua berbusana nasional, berkebaya maksudku.

Nike, Ocha, Sinta, Amel, Nyach, Ratna, n Kusuma
Bener-bener puas sama riasan ku, hahhaaa....
Mahal sih, tapi setara ma hasilnya.
Tapi berasa gag enak banget ma Mami, belum buat bayar ini itu.
Buat wisuda aja dah habis banyak.
But, thank you so much mom..... :))

Ocha :)
Ulang tahun ku, 8 Juni 2011.
Apa ya yang berkesan??
Aku lupa, hehhee..
Sama seperti tahun2 sebelumnya, tak ada yang special...
Kado dari mbak ku aja.
Temen-temen juga gag ada.
18 tahun, hmmm....
Biasa saja, hhehehehehh...






Bulan Juni 2011,
Satu yang menyakitkan.
Tanggal 22 Juni 2011, tepat 1 tahun aku sendiri.
Iya, menjomblo maksudku.
Rasanya sulit menemukan orang yang tepat, yang mampu mengganti dia dan lebih baik dari dia.
Cerita yang begitu panjang hanya seperti angin yang mampu dia buang dan tak berarti.
Sakitnya masih berbau anyir hingga detik ini.
Berharap di tahun 2012 aku mampu menemukan sosok orang yang tepat itu.